iklan-banner-01
iklan-banner-02

Tolak Perda Adat, Masyarakat Hualoy bertemu Bupati dan DPRD SBB

Warga Hualoy audiens dengan DPRD SBB soal perda adat, Rabu (15/8/2018).
PAMANAWANews, PIRU- Polemik Ranperda adat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kembali menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat. Kali ini datang dari masyarakat Negeri Hualoy. Puluhan warga melakukan audiens dengan Bupati dan Banleg DPRD SBB.

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Pemerintahan Negeri Hualoy, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Pertemuan pertama dengan Bupati di kantor Bupati SBB. Setelah itu menemui Banleg DPRD SBB  yang dihadiri Ketua DPRD SBB J.M Rutasow, Zet Mariate, Abdullah Silehu, Markus tuhaney, Elly Oktavianus dan Efrain Madooaufu.

Isi tuntutan dari perwakilan Negeri Hualoy yakni Menolak Ranperda adat SBB yang di godok oleh DPRD SBB. Karena tidak melibatkan saniri 3 Batang Air. Selain itu, pemerintah daerah dalam hal ini Bupati diharapkan untuk segera mengeluarkan Perbup guna mempercepat proses pemilihan Kepala desa di SBB.

"Menurut saya, Banleg DPRD dan Pemda SBB sengaja membuat kondisi sosial dan masyarakat SBB tidak kondusif, bagaimana tidak Ranperda adat SBB ini telah membuat polemik hampir di semua Negeri dan Dusun yang ada di SBB yang tidak berkesudahan. Imbas dari lambatnya penetapan Ranperda ini menajadi perda adalah terjadinya kekosongan Pemerintahan di tingkat Negeri dan Desa."

"Selain itu, Sejak awal ranperda ini memang sudah cacat. Tahapan penyusunan naskah akademiknya tidak komprehensif sehingga menimbulkan perdebatan di Masyarakat. Pengkajian atau penelitian itu sangat penting guna memperoleh data dan informasi yang komprehensif dan relevan dengan materi yang hendak diatur," kata Ibra Lussy salah satu perwakilan Pemuda Hualoy kepada DPRD SBB.

Naskah akademik itu mestinya diawali dengan riset tentang nilai-nilai yang ada di masyarakat, Sehingga peraturan perundang-undangan yang dibuat diharapakan dapat diterima oleh masyarakat. "Tetapi ini kan justru yang terjadi sebaliknya saling bertentangan. Maka harapan saya semoga ini dapat diperbaiki kembali oleh Tim perumus dan Banleg DPRD SBB," ungkapnya.

Sempat terjadi adu mulut antara perwakilan masyarakat Hualoy dengan DPRD SBB. Tapi akhirnya DPRD SBB menyampaikan akan mengakomodir tuntutan masyarakat Hualoy dan akan merekomendasikannya ke Pemerintah Daerah SBB. (PN-20)

Berita terkait