iklan-banner-01
iklan-banner-02

Sekda SBB Tinjau Tongkang Bermuatan Batubara Terdampar

PAMANAWANews, PIRU- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) meninjau Kapal Tongkang bermuatan puluhan ton Batubara yang terdampar di perairan laut Lawau, Dusun Waiyoho Desa Kawa Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Terdamparnya Kapal bernama Widya 99 ini diketahui sejak 4 hari lalu.
Kapal Tongkang Winda 99 bermuatan batubara terdampar di SBB.

Mansur Tuharea, Sekda SBB mengatakan, pihaknya akan mengidentifikasi siapa pemilik kapal tongkang tersebut. Tongkang itu kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah karena terdamparnya kapal berada di wilayah perairan Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Alhamdulillah semalam atas perintah Bupati dan kita sudah koordinasi dengan bapak Kapolres SBB dan saat ini bersama Waka Polres, Kesbangpolinmas, Kasatpol PP. Kita akan koordinasi dengan Kapolres untuk mengikuti dan mengecek milik siapa, mengapa sampai berada di Kabupaten SBB.  Saya sudah perintahkan Kepala Desa Kawa dan Kadus Waiyoho untuk menjaga keselamatan barang ini,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (7/2/2018). 

Wakapolres SBB Kompol Edhi Tethol mengatakan akan melakukan penyelidikan sehingga tongkang ini dapat terdampar. “setelah kita mendengar keberadaan tongkang di Dusun Waiyoho kita tentunya melakukan penyelidikan, karena daerah ini bukan alur atau tempat yang bagian pemasaran, sehingga ada benda asing di sini kita akan selidiki, apakah ini penyebabnya dan barang ini milik siapa,  kenapa ada di sini dan tidak biasanya ada disini, kami akan mengecek pemilik, tadi saya sudah menghubungi Kepala Dinas Perhubungan SBB,  Ajait dan kebetulan yang bersangkutan berada di Kanwil Ambon sehingga bisa melakukan pengecekan kepada Syahbandar atau Stasiun Pantai di Ambon,” jelasnya.

Ia menambahkan, tujuan pengecekan dilakukan, jangan sampai ada sesuatu yang terjadi terhadap awak kapal, atau ada yang tertinggal di atas tongkang ini. “Sehingga kita bisa membuat pertolongan, evakuasi kalaupun ada korban diatas tongkang tersebut. Namun dari hasil penyelidikan tidak ditemukan ABK satu pun, atau tidak bertuan,” ujarnya. 

Untuk sementara ini lanjut Wakapolres, pihaknya sedang mencari tahu siapa owner atau pemilik barang dan kenapa bisa terdampar. “Saya menghimbau agar para nelayan jangan mendekati supaya dalam kondisi tetap aman,” tandasnya.

Danramil Piru,  Kapten Inf. Ato Laturake mengimbau masyarakat untuk menjaganya, “dan kami bekerja sama dengan kepolisian dengan pemda untuk menjaga barang tersebut, sehingga ketika pemiliknya datang kita bisa melihat manifesnya,” ungkapnya. (PN-20)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02