iklan-banner-01
iklan-banner-02

Sampah Bertebaran di Badan Jalan Arbes - Ahuru

Tampak, Sampah Menumpuk dan Bertebaran di Sepanjang Badan Jalan Raya Kawasan Air Besar - Ahuru, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku, Kamis (9/11/2017). Kondisi ini, membuat jalan raya di kawasan ini, semakin sempit. / PN-13
PAMANAWANews, AMBON ---- Penataan kota Ambon, Provinsi Maluku, nampaknya masih semraut, sehingga patut dievaluasi kembali. Betapa tidak, jalan raya sebagai sarana vital yang diakses masyarakat untuk beraktivitas setiap hari, justru belum diperhatikan serius oleh Pemerintah Kotamadya Ambon.
Padahal, sudah beberapa kali kota Ambon meraih tropi Adipura, dengan predikat aspek penataan dan kebersihan kota bertajuk Ambon Manise tersebut, cukup memuaskan. Seharusnya, aspek penataan kota lebih ditingkatkan lagi oleh pemerintah setempat.

Tapi, gelar Adipura yang sudah diraih Pemerintah Kota Ambon tersebut, sedikit mengalami kontroversial (bertolak belakang), dengan fakta yang sekarang terjadi di lapangan.

Contoh kasus, penataan lingkungan kota khususnya tempat pembuangan sampah, ternyata belum sesuai harapan. Sampah mudah dibuang di sembarang tempat. Bahkan badan jalan raya pun, menjadi sasaran warga membuang sampah.

Pantauan pamanawanews.com, Kamis pagi, (9/11/2017), di kawasan Air Besar (Arbes) - Ahuru, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, badan jalan di sepanjang kawasan ini, sudah dipakai untuk menampung sampah (limbah).

Padahal, kawasan ini sebenarnya bukan tempat pembuangan sampah (TPS). Jalur ini, adalah ansih jalan raya yang setiap harinya diakses oleh warga Arbes - Ahuru dan sekitarnya bepergian ke pusat Kota Ambon, dan sebaliknya.

Sebagian aparatur sipil negara (ASN) baik yang bertugas di Pemerintah Kota Ambon maupun Pemerintah Provinsi Maluku termasuk beberapa anggota DPRD tingkat Kota Ambon dan Provinsi Maluku, yang berdomisili di Arbes - Ahuru, juga sering melintas di jalur ini.

Para pelajar mulai tingkatan SD, SMP dan SMA maupun mahasiswa yang berdomisili di kawasan Arbes - Ahuru dan sekitarnya, ketika bepergian ke sekolah dan kampus, juga melintas di jalur ini, cukup terganggu.

Pasalnya, sampah yang menumpuk dan berserakan di kawasan ini menyebabkan lebar jalan kurang lebih 5 - 6 meter di jalur ini, terlihat kian sempit. Karena sebagian badan jalan sudah dipakai untuk menampung sampah.

Akibatnya, warga yang menggunakan kenderaan roda dua dan roda empat, saat melintasi kawasan yang berlawanan arah ini, harus berhati-hati. Sebab, separuh jalan raya, sudah dipakai sebagai tempat pembuangan sampah, menyebabkan kondisi ruas jalan semakin sempit.

Ongen, warga di sekitar kawasan Arbes - Ahuru mengatakan, sudah lama jalur ini dipakai untuk membuang sampah.

"Memang disini bukan tempat pembuangan sampah, tapi sebagian warga Arbes dan Ahuru serta warga di luar kompleks sini, juga datang untuk membuang sampah disini," ujar Ongen salah satu warga yang dimintai komentarnya oleh pamanawanews.com di Arbes - Ahuru, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Kamis pagi, (9/11/2017).

Sampah yang berserakan di sepanjang badan jalan kawasan Arbes-Ahuru ini, sudah menumpuk serta menghasilkan bau yang sangat tidak sedap. Dampaknya, tentu bisa membawa penyakit terhadap warga di sekitar kawasan ini.

Menyikapi hal ini, Aktivis Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup Kota Ambon, Ismail, meminta Pemerintah Kota Ambon agar memperhatikan hal ini secara serius.

"Kota Ambon ini dikenal dengan sebutan kota manise alias indah lingkungannya. Mestinya, Pemerintah Kota Ambon merawat dan memelihara lingkungan kota ini. Sampah saja tidak bisa diurus. Padahal ada tempatnya. Fasilitas mobil sampah banyak, jangan dipakai di tempat tertentu saja. Kalau mau bangun kota, ya harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan setengah-setengah," kritik Ismail.

Ia meminta, Pemerintahan Kota Ambon yang saat ini di bawah komando Wali Kota, Richard Louhenapessy dan Wakil Wali Kota, Syarief Hadler, segera mewujudkan visi mereka kepada warga kota Ambon, khususnya lagi warga Arbes dan Ahuru.

"Sebab pak Richard dan Syarief sendiri berjanji di Pilkada Ferbruari lalu, jika terpilih mau membenahi kota Ambon dari berbagai aspek. Nah, sekarang sudah memimpin kota Ambon, jadi kami berharap, masalah badan jalan di kawasan Arbes dan Ahuru yang sudah dipakai untuk tempat pembuangan sampah, tolong segera dibenahi," tekannya.

Sebab, lanjut Ismail, janji politik yang disampaikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2017-2022 ini, didengar dan belum hilang dari ingatan seluruh warga kota Ambon, termasuk warga Arbes dan Ahuru.

"Penataan lingkungan apalagi di kawasan Arbes dan Ahuru yang notabenenya lokasi atau tempat (sumber) pemasok air bersih yang setiap saat dikonsumsi oleh warga kota Ambon, seharusnya kawasan ini dirawat dan dijaga sebaik mungkin oleh Pemerintah Kota Ambon," tandasnya.

Untuk itu, Ismail mendesak Pemerintah Kotamadya Ambon dalam hal ini Dinas Kebersihan, segera datang mengangkut sampah yang menumpuk serta bertebaran di sepanjang badan jalan di kawasan Arbes dan Ahuru.

"Kalau musim hujan, sampah di kawasan ini tumpah-ruah hingga menutup jalan raya. Sudah begitu, tumpukan sampah yang ada menghasilkan bau yang sangat busuk, dan akan membawa penyakit bagi warga. Jadi, kami minta Pemerintah Kota Ambon segera bertindak," desaknya. (PN-13)

Berita terkait