iklan-banner-01
iklan-banner-02

Relawan Asing Diusir dari Palu, Rahayu: Pemerintah Arogan

Anggota Komisi VIII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat meninjau Gempa Palu.
PAMANAWANews, JAKARTA- Anggota Komisi VIII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyayangkan sikap berlebihan (overacting) pemerintah yang mengusir para relawan asing di Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut Rahayu, pemerintah seharusnya memberi apresiasi kepada relawan asing yang dengan luar biasa terjun langsung membantu korban bencana Palu.

“Ironis dan terlihat arogansi sikap pemerintah terhadap relawan asing, tapi di sisi lain menerima dengan tangan terbuka bantuan barang dan finansial,” kata Rahayu dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (11/10/2018).
 
Rahayu mengakui ada regulasi yang mengatur tentang keberadaan relawan asing di lokasi bencana. Namun, pemerintah tidak konsisten menerapkan aturan tersebut di sejumlah lokasi bencana.
 
“Ya memang regulasi itu ada untuk keamanan relawan dan keamanan nasional, tapi selama ini regulasi tidak dijalankan konsisten dari Lombok sampai Palu. Belum lagi minimnya sosialisasi aturan itu yang membuat semuanya terlihat tidak jelas,” tuturnya.
 
Rahayu bahkan mempertanyakan kapan pemerintah membuka seluas-luasnya bantuan asing termasuk keahlian dan akses perlengkapan relawan asing di lokasi becana. Pasalnya, kondisi negara saat ini sudah kesulitan untuk menutupi kebutuhan korban di Lombok, Palu dan dengan tambahan di Jawa Timur.
 
“Perlu seberapa parah kondisi korban dan lokasi gempa untuk pintu bantuan dibuka seluas-luasnya? Saran saya regulasi cukup dengan ‘police background check certificate’ yang dimintakan dari setiap relawan asing dan berkolaborasi dengan organisasi lokal,” tandas Rahayu. (PN-01/adp)

Berita terkait