iklan-banner-01
iklan-banner-02

Ramadhan Bulan Kedamaian Bagi Seluruh Umat di Maluku

Kakanwil Kementrian Agama Maluku Fesal Musaad
PAMANAWANews, AMBON- Marhaban Ramadhan, bulan penuh berkah bagi umat islam yang menjalankanya datang lagi. Suasana bulan ramadhan bagi masyarakat Maluku setiap tahunya tak henti hanya sebatas menjadi penghibur kaum mukmin. Beribu-ribu keutamaan ditawarkan di bulan ini. Pahala diobral ampunan Allah SWT bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu.

Masyarakat di seantero negeri seribu pulau pun diingatkan, untuk menunaikan ibadah penuh hikmah juga menciptakan suasana Ramadhan sebagai Bulan yang penuh kedamaian, penuh Rahmat dan penuh ampunan.

Semoga kehadiran Bulan Ramadhan 1439 Hijriah tahun 2018 akan menjadi berkah bagi seluruh masyarakat Maluku. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, dalam wawancara bersama sejumlah media di Kota Ambon, Senin (14/5/2018).

Menurut Kakanwil, Bulan Ramadhan adalah momentum istimewa dalam hal ini kaum muslimin akan menanamkan nilai-nilai kejujujuran dan keiklasan. Bulan puasa datang setiap tahun merupakan mometum mengevaluasi, introspeksi, sikap dan perbuatan yang dilakukan selama 11 Bulan baik sikap kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia.

Dalam Bulan kesucian menuntun manusia pada fitrah sebagai hamba Tuhan yang wajib berserah terhadap semua ajaran ketentuan yang datang dari Allah.

Ramadhan diisi dengan amalan, tindakan yang bersimpul pada hakekat kemanusiaan, beribadah secara vertikal kepada Allah SWT, sebagai wujud kepatuhan.

Musaad mengatakan, kewajiban menjalankan ibadah puasa bagi umat Islam terutama kepada orang-orang yang beriman, telah diwajibkan pula kepada umat sebelumnya sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 183 yakni "Hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," jelasnya.

Isi kandungan kitab suci Allah itu memerintahkan manusia menjalankan ibadah Ramadhan untuk membentuk manusia sebagai insan dan hamba yang bertakwa. Tanda tanda hamba bertakwa adalah memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian harta dijalan Allah, beriman kepada semua kitab-kitab Allah, Zabur, Taurat, Injil, dan Al Quran dan keyakinan akan datangnya hari kiamat.

"Untuk itu mari kita sempurnakan ketakwaan kita selama bulan suci ramadahan maupun dibulan-bulan lainnya. Para ulama menyebutkan hakikat bulan ramadahan sebagai bulan pendidikan dan penjajakan. Ramadahan mendidikan umat untuk menjalankan pesan-pesan dan perintah Allah, dengan penuh ketaatan, Ramadhan menuntun umat islam agar mampu mengendalikan hawa nafsu dari perkataan dan perbuatan yang merusak jati diri dan kemanusiaan."

Ramadhan mendidik umat Islam agar memiliki rasa persatuan, persaudaraan dan kebersamaan. Mengajak umat islam memiliki rasa empati terhadap kesulitan sesama manusia, anak bangsa tanpa membedakan agama, suku ras dan warna kulit.

"Manusia dapat merasakan lapar dan  menahan dahaga kehausan yang sering dirasakan para fakir miskin, sehingga manusia bisa mencapai kualitas kesalehan individualitas, spritualitas dan kesalehan sosial menjadi satu ibadah,"  tutur kakanwil.

Manusia akan mencapai derajat muttakim yaitu orang-orang yang bertakwa. Selama menjalani ibadah puasa, pencapaian derajat tersebut hanya bisa dilakukan bagi mereka yang menjalankan fungsi kehambaannya dan kehalifaannya. Hal ini perlu diwaspadai agar manusia tidak termasuk dalam golongan sebagaimana Saba Rasullullah SAW yakni betapa banyak orang  yang berpuasa, tapi yang didapatkan hanyalah rasa lapar dan haus. "Dan itu semua  hanya bisa dicapai bila ibadah puasa dapat dijalankan secara serius dengan mengutamakan sisi kualitas ibadah bukan formalitas," terangnya.

Musaad meminta seluruh umat muslim di Maluku menjaga rasa persaudaraan antara sesama anak bangsa agar saling menghargai. Jangan karena perbedaan strata sosial, aspirasi, pilihan poltik, agama dan keyakinan membuat adanya saling permusuhan, serang menyerang, membenci satu dengan yang lain, melalui media hoax yang berdampak negatif memutus nilai-nilai silaturrahmi dan perbuatan buruk yang dilarang oleh agama.

"Mari kita jadikan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan untuk saling melakukan evaluasi secara total, membangun silaturrahmi. Ubahlah sikap dengan memperbanyak senyum, tentramkan jiwa, cerdaskan pikiran, dan saling membahagiakan sesama agar kita memperoleh Rahmat Ramadhan," kata kakanwil.

Masyarakat muslim  harus menjadikan Ramadhan sebagai Bulan penebar kedamaian, Rahmat bagi sesama, Bulan silaturrahim, menghormati satu dengan yang lain, agar selalu berdiri diatas kebenaran, Bulan berbagai kasih dan kebahagian penuh hikmah agar terwujud masayarakat Maluku yang aman religius dan sejahtera. 

"Kepada seluruh umat beragama hendaknya menjaga kerukunan, dan menjauhkan diri dari tutur kata dan sikap yang dapat mengurangi kekhusuan nilai ibadah, pinta Musaad.

Pihak Kemenag juga menghimbau kepada seluruh pengusaha, tempat hiburan dan penguna media sosial maupun elektronik, agar sama sama menjaga suasana lebih kondusif dengan membatasi program tayangan yang dapat mengganggu serta mencemari kesucian Ramadhan.

"Sementera bagi masyarakat berbeda keyakinan yang tidak berpuasa dan sesama muslim yang berhalangan tak melaksanakan ibadah puasa agar tetap saling menghormati satu dengan yang lain," pintanya.

Fesal Musaad mengajak masyarakat Maluku membangun toleransi di Bulan suci ini, saling memberi untuk memahami dan mengerti bukan saling menuntut untuk dipahami.

Warga masyarakat agar saling memahmi satu sama lain. Perbedaan jangan menjadi perselisian, perbedaan adalah cermin ekspresi masyarakat muslim yang mendatangkan Rahmat bagi semua orang.

"Ciptakan suasana rRmadhan sebagai Bulan yang penuh kedamaian, penuh Rahmat dan penuh ampunan. Semoga dengan datangnya Bulan Suci Ramadalhan 1439 Hijriah ini Allah akan memberkahi kita semua memberikahi negeri Maluku," pungkasnya. (PN-09)

Berita terkait