iklan-banner-01
iklan-banner-02

Raja Negeri SSI Resmi Dilantik

Upulatu Sahusiwa (Raja) H. Eddy Pattisahusiwa (Pakaian Putih) beserta Upunyora Sahusiwa (Istri Raja) didampingi Hasan Kaplale, Imam Besar Negeri Negeri Siri Sori Islam di arak menggunakan replika Perahu Besar atau di sebut Kora Kora menuju rumah Raja untuk dilantik secara pemerintahan maupun adat, Sabtu (27/1/2018).
PAMANAWANews, SAPARUA- Tiga tahun lamanya kursi Raja Negeri Siri Sori Islam (SSI) Kecamatan Saparua Timur Kabupaten Maluku Tengah kosong pasca ditinggalkan mendiang (almarhum) H. Jhony Karim Pattisahusiwa yang meninggal dunia pada Mei 2015 lalu.

Sabtu (27/1) kemarin, warga Negeri Siri Sori Islam bisa lega, setelah Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal melantikan Drs. H. Eddy Pattisahusiwa (keturunan dari marga Pattisahusiwa) menggantikan almarhum Jhony Karim Pattisahusiwa.

Rangkaian agenda diantaranya, pengambilan sumpah jabatan pelantikan Kepala Pemerintah Negeri Siri Sori Islam Drs.H.Eddy Pattisahusiwa disertai pelantikan secara adat. 

Penandatanganan Naskah pelantikan dan penyamatan tanda jabatan juga penyerahan petikan Keputusan Bupati Maluku Tengah kepada Raja Negeri Siri Sori Islam disertai penandatangan berita acara serah terima jabatan dari pejabat pemerintah yang lama M.Afandi Wattiheluw kepada Raja Negeri Siri Sori Islam Drs. H. Eddy Pattisahusiwa. Penyerahan memori serah terima dari Pejabat Pemerintah Negeri Siri Sori Islam yang lama M.Afandi Wattiheluw kepada Raja Negeri Siri Sori Islam Drs. Eddy Pattisahusiwa. Juga penyerahan  penghargaan kepada Pejabat Pemerintahan Negeri Siri Sori Islam yang lama oleh Bupati Malteng.

Dalam sambutannya Bupati Maluku Tengah meminta kepada Eddy Pattisahusiwa sebagai Raja Negeri Siri Sori Islam agar  melaksanakan tugas dengan efektif, amanah serta memupuk hubungan persaudaraan.

"Saya mengapresiasi dan bangga atas terlaksana pelantikan ini. Karena pelantikan ini membuktikan bahwa masyaratakat Negeri Siri Sori Islam sudah cerdas dalam berdemokrasi serta memiliki kesadaran yang sangat baik tentang pentingnya keberadaan seorang pemimpin definitif dalam penyelenggaraan pemerintah negeri," ujarnya.

Bupati Malteng berpesan Raja Negeri SSI harus menempatkan diri sebagai pimpinan yang selalu menjadi panutan serta harus bersikap adil, arif dan bijaksana agar tugas tanggung jawab yang dipikul dapat di lihat bersama masyarakat.

"Momentum pnting ini, kita semua termasuk masyarat Negeri Siri Sori Islam yang ada di tanah rantau turut merasakan dan bangga karena telah memiliki pemerintah yang definitif. Masyarakat Negeri Siri Sori Islam harus terus bahu-membahu, bersatu padu mendukung Raja Eddy Pattisahusiwa selaku Raja Negeri untuk membangun Negeri ini jangka waktu 6 tahun kedepan," harapnya.

Gubernur Maluku Ir.Said Assagaff dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Malteng para Kepaka SKPD dari Povinsi maupun Kabupaten Malteng, Para Raja/Upulatu beserta Raja Negeri Negeri Siri Sori Islam dan Saniri Negeri, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh-Tokoh Perempuan, orang tua, saudara serta semua warga masyarakat yang saat acara pelantikan Kepala Pemerintah Negeri Siri Sori Islam.

"Atas nama Pemda Provinsi Maluku kami menyampaikan selamat atas proses pengukuhan adat Raja Negeri Siri Sori islam sebagai Upulatu Siri Sori Islam. Ritual adat ini merupakan momen yang sangat bersejarah untuk anak negeri Siri Sori Islam, karena acara ini memiliki pesan dan makna simbolik yang sangat kuat sebagai perwujudan dari upaya kita bersama agar bisa terus menjaga dan memantapkan keberlangsungan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah di gagas oleh para leluhur kita sejak dulu kala," ujarnya.

Gubernur mengataka, acara ini juga dapat dimaknai sebagai momentum strategis untuk mensosialisasikan dan mempromosikan sistem nilai dan aneka budaya masyarakat Maluku kepada publik nasional maupun internasional tentang kayanya kebudayaan di bumi raja-raja ini.

"Oleh sebab itu sejatinya pengukuhan adat Raja Negeri Siri Sori Islam sebagai Upulatu Siri Sori islam hari ini (Sabtu 27 Januari 2018), bukan saja sebagai sebuah seremonial semata, tetapi juga sebagai bentuk rasa tanggung jawab moril kita semua untuk terus melestarikan dan mewariskan nilai-nilai kepemimpinan yang aman, adil dan tanggung jawab bijaksana dan tentu saja yang selalu berpihak kepada kepentingan rakyat," tuturnya.

Untuk terus meningkatkan kepekaan sosial terhadap dinamika masyarakat yang terus berubah terutama dalam menghadapi berbagai masalah masyarakat yang makin kompleks dewasa ini, menurut Gubernur, yang dapat membuat hal itu ada beberapa fenomena patologi sosial yang membuat gelisah seperti maraknya aksi premanisme, masih adanya perkelahian antar kampung, maraknya aksi saling menebar fitnah, maraknya aksi saling menghujat atau menebar kebencian juga meningkatnya kekerasan seksual, makin maraknya peredaran narkoba dan sudah sampai di kampung-kampung.

"Kedaulatan Negeri bukan hanya memiliki kekuasaan administrasi saja namun lewat pengukuhan ini, harus memberikan konsekuensi logis terhadap semua aturan-aturan adat serta nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam masyarakat Siri Sori Islam harus ditegakkan dan dihidupkan kembali, dan kita harus menjadikan adat dan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki sebagai modal sosial kultural dalam rangka transformasi karakter," tandasnya.

Sebelum penutupan acara pengukuhan Raja Eddy Pattisahusiwa dilajukan penandatanganan prasasti monumen Masjid Baiturrachman Negeri Siri Sori Islam.

Pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam turut dihadiri, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, Anggota DPD RI Anna Latuconsina, Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur, . Abdul Mukti Keliobas, Bupati Buru Ramli Umasugi, Pimpinan SKPD Provinsi Maluku, Pimpinan SKPD Kabupaten Malteng, Dandim Kota Ambon Letkol Inf. Navyanto, Rektor IAIN bon DR. Hasbollah Toisuta, M.Ag, Muspika Kecamatan Saparua dan Saparua Timur.

Para Raja/pejabat se Kecamatan Saparua dan Saparua Timur, Para Raja/Staf Pemerintah dari Basudara pela gandong Negeri Hutumuri, Tamilou, Waai dan Negeri Haria

Para tamu dan undangan serta masyarakat Negeri Siri Sori Islam kurang lebih 5000 orang. (PN-13)

Berita terkait