iklan-banner-01
iklan-banner-02

Prabowo- Sandi Fokus Menata Lingkungan Hidup

Diskusi 'Menata Lingkungan Hidup Mengatasi Bencana Alam' di Jln Sriwijaya Jakarta Selatan, Kamis, (31/1/2019).
PAMANAWANews, JAKARTA---Aktivis Lingkungan Hidup, Mone Husni Thamrin mengatakan meski Indonesia masuk dalam kawasan Ring Of Fire atau cincin api Pasifik, namun bencana alam seperti Banjir Bandang yang melanda Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu itu tidak terlepas dari faktor kerusakan lingkungan hidup.

"Ring of fire menjadi konsen kita, tetapi terkait Banjir itu terjadi kerusakan lingkungan hidup, akibat perilaku manusia itu sendiri. Perilaku kita sehari hari," ujar Mone dalam diskusi 'Menata Lingkungan Hidup, Mengatasi Bencana Alam' yang diselenggarakan oleh Tim Prabowo-Sandi di Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis, (31/1/2019).

Mone memprediksi bahwa hingga Maret 2019 mendatang potensi Curah Hujan masih cukup tinggi. Dia menilai Curah Hujan yang tinggi ada kaitannya dengan pemanasan Global (Global Warming) dimana perubahan seperti naiknya permukaan air laut dan meningkatkan intensitas fenomena cuaca yang ekstrim.
 
Kendati demikian, Mone menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang terutama di sungai.
Sebab, penyebab terjadinya Banjir itu juga dikarenakan adanya Drainase yang tertutup.
 
Jadi, beber Mone, faktor lingkungan bisa menjadi penyumbang bencana alam yang cukup besar, salah satunya yakni Sampah yang merupakan sumber nomor satu kerusakan lingkungan.
 
"Saya kira isu lingkungan, penting, antisipasi kita yakni adaptasi lingkungan. Edukasi kepada masyarakat, terus juga didukung regulasi lingkungan yang harus diperhatikan," pungkas Mone.
 
Hal senada dikatakan pakar Lingkungan Hidup, Masnellyarti Hilman yang menyebut faktor lingkungan sering dikalahkan oleh Investasi tanpa ramah lingkungan.
 
"Kedepannya Investasi 'Oke', tapi lebih mengutamakan lingkungan hidup," imbuh Masnellyarti. (PN-01/adp)

Berita terkait