iklan-banner-01
iklan-banner-02

PLN Santuni Keluarga Yang Ditinggal Almarhum Kadir Lussy

Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, Ramli Malawat
PAMANAWANews,AMBON-Manajemen PT (Persero) PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, mengambil langkah cepat untuk membijaki insiden yang terjadi Negeri Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) atas meninggalnya almarhum Kadir Lussy, sesaat setelah aliran listrik dirumahnya diputus oleh petugas PLN, pada Kamis, 30 November kemarin.
Deputi Manager (DM) Hukum dan Humas PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, Ramli Malawat mengaku, PLN telah memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggal almarhum. Selain santunan, PLN juga telah memasang kembali listrik yang sudah diputus serta membebaskan biaya tagihan listrik selama 27 bulan yang merupakan tunggakan dirumah almarhum.

Pihak PLN kata Malawat, merasa berduka dan kehilangan atas kejadian ini. "Tak ada satupun yang menghendaki kejadian ini. Sehingga itu, kita dari pihak PLN benar-benar merasa berduka atas kepergian almarhum."ujar Malawat, kepada wartawan, Jumat (1/12/17).

Malawat mengatakan, atas insiden yang tidak dihendaki bersama itu, dirinya akan berkoordinasi dengan Manajemen guna melakukan evaluasi bagaimana pola penertiban yang langsung melibatkan masyarakat atau pemerintah desa/negeri. Semuanya harus dilakukan dengan cara-cara pendekatan persuasif agar tidak ada masalah yang timbul di kemudian hari.

Kesempatan itu, mantan Manager PLN Rayon Pulu Buru ini menjelaskan, sebelum adanya pemutusan aliran listrik di rumah almarhum Kadir Lussy, PLN setempat, telah melayangkan pemberitahuan beberapa kali kepada almarhum selaku pemilik rumah. Namun, setelah pemberitahuan itu disampaikan belum ada upayakan signifikan untuk segera dilunasi tunggakan tagihan rekening listrik. Sehingga atas tunggakan itu, petugas kemudian mendatangi rumah almarhum dan melakukan pemutusan.

Dia mengungkapkan, rasio piutang tunggakan rekening listrik di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) cukup tinggi. Sebab itu, saat ini tengah dilakukan penertiban.

Sebelumnya dikabarkan, Kadir alias Dade Lussy, tutup usia, setelah mengetahui aliran listrik ke rumahnya diputuskan oleh petugas PLN. Kadir tidak memiliki riwayat penyakit yang mematikan saat kejadian ini menimpanya, pada Kamis, 30 November 2017, sekira Pukul 16.00 WIT di kediamannya di Negeri Hualoy.

Menurut saksi mata, Hasan Lussy, pada Kamis, 30 November 2017, kurang lebih lima petugas PLN melakukan penertiban di Negeri Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Penertiban dilakukan terhadap seluruh rumah warga yang memiliki tunggakan pembayaran listrik, termasuk milik korban. Tiba di rumah korban, para petugas langsung melakukan penertiban dengan cara memutus aliran listrik dari jalur PLN ke rumah korban. Pemutusan dilakukan karena korban diketahui belum membayar tunggakan listrik selama kurang lebih 27 bulan.

Sesaat setelah dilakukan pemutusan, korban langsung memohon kepada para petugas untuk kembali melakukan pemasangan meteran yang sudah diputus, dan siap dibayarnya. Hanya saja, para petugas PLN mengabaikan permintaan korban, dan mereka berlalu pergi. Tak menerima tindakan para petugas PLN yang setelah memutuskan aliran listrik dari rumahnya dan berlalu pergi, korban kemudian mengejar mereka sambil bermohon agar kiranya dapat kembali dipasang listriknya yang sudah diputus. Sayangnya, usaha korban tak membuahkan hasil, dan justru membuatnya jatuh
pingsan dan langsung menutup usia di lokasi kejadian.

Keluarga korban yang tidak menerima kejadian ini, meluapkan emosi dan langsung mengejar para petugas PLN tersebut. Mereka (petugas PLN) lalu diamankan oleh warga lainnya. Konsentrasi massa tak dapat dihindarkan selama kelima pelaku diamankan di rumah Haji Mahmud Hehanussa, sejak kejadian hingga malam hari. Baru pada, Jumat, 1 Desember 2017, setelah dilakukan koordinasi antara pemerintah negeri, keluarga dan para petugas tersebut, baru kemudian mereka dibawa ke Kantor Polres SBB, di Piru.(PN-12)

Berita terkait