iklan-banner-01
iklan-banner-02

Pihak Pengembang Tak Izinkan Bangun Masjid, Warga Bekasi Dirikan Bangunan Alakadarnya

Warga Mendirikan Masjid Darurat.
BEKASI - Masyarakat penghuni perumahan Cluster Devalley di Desa Ciantra, Cikarang Selatan, Bekasi, ramai-ramai mendirikan masjid darurat untuk beribadah.

Pasalnya, pihak pengembang perumahaan Group ISPI diduga tidak memberikan izin ke masyarakat untuk mendirikan tempat ibadah di areal perumahan tersebut.

Bangunan darurat alakadarnya pun dibangun oleh ratusan warga perumahan Cluster Devalley, pada Rabu (1/5/2019). Lokasi tempat ibadah ini berdiri ditengah jalan pemukiman di sudut paling ujung perumahan Cluster Devalley.
 
Masjid darurat itu, didirikan menggunakan rangka besi seadanya dan menggunakan atap baja ringan.
 
“Warga sudah mengajukan permohonan ke pihak pengembang, namun tidak diizinkan dengan alasan tidak ada lahan fasos fasumnya,” kata Ketua RT, Bram Anantaku, saat dikonfirmasi wartawan.
 
Bram bilang, masyarakat penghuni perumahan tersebut, selama ini kesulitan untuk melaksanakan ibadah, baik solat lima waktu maupun kegiatan keagaman lainya. Pasalnya, lanjut dia, lokasi perumahan Cluster Devalley memang jauh dari rumah ibadah.
 
Padahal, beber Bram, warga sangat membutuhkan tempat ibadah tersebut, terlebih menjelang bulan suci ramadan. "Tujuan kita mau ibadah, bukan buat yang lain. Kan sebentar lagi juga mau puasa," tandas dia.
 
Menurut Bram, jika pihak pengembang mengizinkan warga mendirikan masjid, secara otomatis akan membantu masyarakat dalam mendidik anak-anak dalam membentuk karakter generasi masa depan yang berahlak melalui majelis taklim dan TPA.
 
Meski sudah mendirikan bangunan darurat, pihaknya mengaku akan terus memperjuangkam niatnya untuk mendirikan tempat ibadah. Untuk diketahui, perumahan Cluster Devalley saat ini telah dihuni sekitar 120 kepala keluarga.
 
Bahkan menurut Bram, alasan pengembang terkesan mengada-ada, karena menurut dia, areal perumahan masih terdapat banyak lahan yang tidak terurus. "Kita tidak minta dibuatkan. Kita akan buat sendiri asal diizinkan," pungkas Bram Anantaku. (PN-03/ads)

Berita terkait

Berita Populer