iklan-banner-01
iklan-banner-02

Pesparawi Maluku ke XI di Aru

PAMANAWANews, PIRU- Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dinilai sukses melaksanakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke-X yang diikuti 2. 177 peserta dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku.
Ketua LPPD Provinsi Maluku, Paulus Kastanya / Sumber Foto: IST
Berikutnya, Kabupaten Kepulauan Aru, akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pesparawi tingkat Provinsi Maluku ke-XI tahun 2020 mendatang.

Ketua Lembaga Pengembangan Daerah (LPPD) Provinsi Maluku, Paulus Kastanya, mengakui terpilihnya kepulaun Aru sebagai tuan rumah selanjutnya beradasarkan keputusan Musyawarah Daerah (Musda) LPPD Maluku tahun 2014 di Amaris Hotel, Kota Ambon.

"Sesuai musda 2014 lalu, tuan rumah berikut berlangsung di Kepualaun Aru, dan 2023 berlangsung di Kabupaten Bursel. Kita tetap mengacu terhadap SK tersebut dan itu sudah paten," ungkap Kastanya kepada wartawan di Piru, Rabu, (23/11/2017).

Disinggung soal polemik antara Musda ke X yang berlangsung di Hotel Amboina, Kota Piru Kabupaten SBB, dimana terdapat dua SK Musda 2014 antara Kabupaten Aru dan Kabupaten Buru Selatan (Bursel), menurut Kastanya tidak ada masalah.

"Tidak ada polemik. Tuan rumah berikut tahun 2020 ada di Aru, dan 2023 di Bursel. Kesiapan tuan Rumah akan terus di evalusi untuk memberikan pelayanan lebih baik, guna penyelenggaraan pesparawi berikut," unar Kastanya.

Disisi lain, kata Paulus, LPPD Maluku juga melakukan audisi terhadap Paduan Suara Remaja Putri (PSR/P)dan Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC). Audisi merupakan persiapan untuk mengikuti lomba Pesparawi Nasional yang berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat tahun 2018, mendatang.


"Untuk sepuluh mata lomba yang diperlombakan dalam pesparawi ke-X di Kabupaten Seram Bagian Barat hanya 2 mata lomba yang masuk audisi yakni PSR/P dan PSDC yang diikuti oleh 9 kontingen. Nantinya akan dibawah oleh Kontingen Pesparawi Maluku munuju Persparawi Nasional  tahun 2018 di Kota Pontianak Provinsi Kalbar," jelasnya.

Paulusu memberikan apresiasi kepada Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten SBB yang telah berpartisipasi baik dalam pelaksanaan Pesparawi ke-X.

"Kita patut bersyukur karena pelaksanaan perlombaan Pesparawi di Kabupaten SBB baik dari proses penjemputan kontingen sampai dengan perampungan kontingen dimasing-masing rumah warga yang ada di Kabupaten SBB dapat berjalan dengan baik," katanya.

Meski begitu, Ia mengaku ada kekurangan dan kelemahan yang nantinya dapat menjadi catatan bagi pelaksanaan tahun mendatang.

"Walaupun kita sadari ada kekurangan dan kelemahan yang dapat menjadi catatan bagi pelaksanaan Perparawi tahun 2023. Saya sangat memberikan apresi kepada Pemerintah dan Warga Kabupaten Seram Bagian Barat yang telah mendukung pelaksanaan Pesparawi ke-X di kabupaten ini," kuncinya. (PN-23)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02