iklan-banner-01
iklan-banner-02

Novita Anakotta: Pernyataan Shafiq Pontoh Merupakan Stigma Buruk Bagi Generasi Maluku

Pertemuan Anggota DPD RI, Novita Anakotta dengan Eksekutif Produser KompasTV.
PAMANAWANews, JAKARTA- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Novita Anakotta menyambangi kantor KompasTV, di wilayah Palmerah, Jakarta Selatan, Kamis, (23/8/2018).

Kedatangan senator asal Provinsi Maluku itu guna menyampaikan beberapa alasan terkait viralnya pegiat media sosial, Shafiq Pontoh yang menyebut bahwa pemuda Maluku 'Gaptek' alias Gagap Teknologi lewat program Ngobrol Pintar (Ngopi) KompasTV pada Selasa, (21/8/2018).

Dalam pertemuan bersama Esekutif Produser KompasTV dan Manager Program 'Ngopi' tersebut, Novita menyesalkan perilaku Shafiq Pontoh yang secara psikologis sangat menunjukkan lelucon terhadap warga Maluku.
 
"Narasinya diperkuat dengan gaya ketawa (Shafiq) yang bagi saya sangat merendahkan harga diri martabat kami orang Maluku. Itu stigma dan labeling buruk bagi generasi kami," tegas Novita.
 
Untuk itu, Novita meminta kepada KompasTV bertanggungjawab memediasi Shafiq Pontoh untuk menyampaikan permohonan maaf kepada publik Indonesia bahwa apa yang disampaikannya tidak benar.
 
Kendati demikian, Narasumber dan Host di acara 'Ngopi' tersebut, menurut Novita, harus memiliki kriteria profesional. Sebab, narasumber seperti Shafiq Pontoh telah melakukan pembohongan publik.
 
Selain itu, Shafiq diminta tidak tampil lagi di KompasTV maupun stasiun TV lainnya dalam acara apapun, karena tipikal relawan Jokowi itu 'terkesan' Rasis.
 
"Karena itu akan menjadi virus negatif untuk keberagaman bangsa dan negara," tutur Novita.
 
Menanggapi hal tersebut, Eksekutif Produser KompasTV, Aria Radjasa bersedia mengagendakan program acara 'Ngopi' pada Selasa, 28 Agustus 2018 mendatang.
 
Acara yang akan disiarkan KompasTV pukul 20.00WIB itu sekaligus menghadirkan Shafiq Pontoh untuk menyampaikan permohonan maafnya kepada publik Indonesia dan Maluku khususnya. (PN-01/adp)

Berita terkait