iklan-banner-01
iklan-banner-02

Karnaval Budaya Sambut HUT Kota Masohi

Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua ikut karnaval budaya, songsong HUT Kota Masohi ke 60.
PAMANAWANews, MASOHI- Jelang HUT Kota Masohi ke-60, Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Tuasikal Abua, melepas peserta lomba karnaval dan pawai budaya yang berlangsung di depan lapangan Nusantara Masohi, Rabu (1/11/2017).
Ratusan peserta yang terdiri dari siswa-siswi Paud, TK, SD, SMP, SMA/SMK dan sejumlah Organisasi Masyarakat, turut ambil bagian dalam menyongsong hari lahir Kota Masohi itu.

Seluruh peserta nampak menggunakan baju adat masing masing, termasuk seluruh SKPD di lingkup Kabupaten Maluku Tengah.

Bupati Malteng sendiri terlihat mengenakan baju nelayan. Ia didampingi istrinya Tuasikal Amien Ru'aty yang juga memakai baju petani sambil menggendong hasil bumi yaitu buah Terong dan Pari yang di isi dalam bakul.

Sementara wakil bupati Marlatu.L.Leleury dan istrinya Joan Lelelury nampak menggunakan baju olah raga.

Hadir juga dalam kegiatan itu Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Malteng.

Kegiatan yang didukung dengan Cuaca cerah semakin membuat ribuan warga menyaksikan pawai karnaval sepanjang jalan.

Rute yang dilalui mulai dari arah Jalan lapangan Nusantara, rumah rakyat, PLN Area Masohi, Jalan Abdullah Soulissa. Peserta mengitari bundaran tugu Pamahanusa, menuju Jalan protokol dan kembali ke lokasi start.

Bupati Tuasikal Abua dalam sambutannya, sebelum melepas peserta pawai mengatakan, kegiatan ini adalah momentum untuk merawat silaturahmi serta persatuan dan kesatuan segenap warga Kota Masohi.

"Bila silaturahmi terjalin maka, kehidupan yang harmonis akan tetap terjaga. Saling membantu maka kehidupan yang rukun akan terjalin," ujarnya.

Ia mengatakan, tanggal 3 November 2017 esok, tepat usia Kota Masohi. Di usia yang semakin meningkat, Kota Masohi akan terus bergerak pesat dalam pembangunan.

Pembangunan bukan hanya dari infrastruktur dan sarana prasarana saja, tapi juga merawat kota agar semakin indah, bersih dan nyaman bagi penghuninya.

Bila kota bersih, lanjut Bupati, maka pastinya warga akan hidup nyaman, aman dan bahagia.

"Karnaval ini adalah aktifitas massal warga kota yang bahagia. Sangat positif dalam memeriahkan HUT Kota Masohi ke 60. Kita harapkan dapat memeriahkan dan menghibur warga Kota Masohi," jelasnya.

Karnaval menggunakan baju adat istiadat dan budaya dari seluruh Indonesia ini menandakan Indonesia hidup dalam kemajemukan yang memiliki banyak suku, adat dan beberapa agama.
"Ini adalah kekayaan budaya yang patut kita jaga dan lestarikan. Begitupun di Kabupaten Maluku Tengah yang dihuni oleh berbagai suku, ras dan agama. Kota ini di bangun oleh berbagai suku, ras dan agama hingga terbentuklah kota Masohi," tandasnya. (PN-24)

Berita terkait