iklan-banner-01
iklan-banner-02

Kapal Tenggelam Satu Tewas, JCH Buru Selamat

Tim Basarnas Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, mengevakuasi para penumpang serta satu orang korban tewas di pelabuhan Namlea, Pulau Buru, Selasa, (10/7/208). /pamanawanews.com
PAMANAWANews, AMBON - Kapal atau perauh tempel yang ditumpangi rombongan Jemaah Calon Haji (JCH) dari Kecamatan Batabual ke Namlea, Ibu Kota Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, terbalik dan tengelam, setelah diterjang ombak dan angin, Selasa (10/7/2018).

Sebanyak 50 orang termasuk  tiga orang JCH asal Kecamatan Batabual menumpangi perahu tempel naas itu.

Satu orang tewas, sedangkan 49 orang termasuk tiga orang JCH selamat dari maut. Tiga JCH yang selamat adalah Abdulrahman Tomia Bin Lantora, Idi Gani Bin Lanpidi dan Sitimah Binti H. Abdullah.

Sementara, La Mani Toto, warga asal Desa Waplao, tidak bisa diselamatkan alias tewas saat kapal naas tersebut tenggelam.

Sesuai informasi yang dihimpun pamanawanews.com, tenggelamnya perahu tempel yang ditumpangi rombongan JCH Batabual tersebut, sekira pukul 09.00 WIT, Selasa (10/7/2018).

Kapal tersebut berangkat dari dermaga Batabual, sudah diterjang ombak dan angin kencang. Sebanyak 50 orang yang menumpangi kapal ini, merupakan keluarga yang mengantar tiga JCH  asal Kecamatan Batabual.

Tepat di Tanjung Kayu Putih (wilayah perairan Pulau Buru), para penumpang semakin panik karena kapal terus dihantam ombak yang ditaksir tingginya lebih dari tiga meter. Akibatnya, perahu tempel milik warga Batabual itu, terbaik  dan tengelam.  

Para penumpang  berusaha menyelamatkan diri. Beberapa saat kemudian, tim Basarnas Kabupaten Buru datang membantu sekaligus menyelamatkan para penumpang. 

"Kapasitas muat perauh tempel ini 100 orang, tetapi saat itu hanya mengangkut 50 penumpang dimana mereka adalah keluarga yang mengantar  Jemaah Calon Haji. Untuk korban yang  meninggal dunia adalh warga Waplau, yang kebetulan menumpangi kapal tersebut untuk berabgkat ke Namlea," ujar Mahmud, salah satu anggota keluarga JCH asal Kecamatan Batabual, kepada pamanawanews.com, Selasa (10/7/2018).

Menyangkut musibah naas ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Buru, Taslim Tuasikal, yang dikonformasi mengatakan, JCH saat itu baru selesai melaksanakan syukuran atau walimatulhaj di Kecamatan Batabual. 

Setelah hajatan,  para JCH lalu berangkat dengan kapal menuju ke Namela. 

Dia bersyukur karena JCH selamat dari kecelakaan maut tersebut. "Saat ini kondisi tiga JCH sudah mulai membaik," tuturnya.

Sesuai agenda prosesi pelepasan JCH asal Kabupaten Buru akan dilaksanakan oleh Bupati Buru Ramli Umasugi, pada 18 Juli 208.

Mereka akan berangkat daru Namlea, Pulau Buru menuju kota Ambon, (libukota provinsi Maluku), dalam dua kali penerbangan yaitul pada 22 Juli - 23 Juli 2018. 

Sesuai kuota, jemaah calon haji asal Kabupaten Buru tahun ini berjumlah 100 orang. 

"Namun karena terjadi mutasi keluar dan satu orang jemaah atas nama Kadir Pua meninggal dunia membuat kuota tersebut berkurang menjadi 98 jemaah," jelas Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Buru ini. 

Ia berharap, para JCH harus mempersiapkan diri dengan baik,  sehingga  seluruh tahapan ibadah selama berada di tanah suci dapat dilaksanakan dengan baik.

"Sangat penting bagi JCH adalah menjaga kesehatan. Kami berharap para jemaah akan menjalani seluruh tahapan ibadah sampai kembali dengan selamat ke tanah air," pungkasnya.  (PN-15)

Berita terkait