iklan-banner-01
iklan-banner-02

Gempa Ambon, Warga Mengungsi ke Rumah Ibadah

Sejumlah warga yaitu perempuan dan anak-anak mengungsi di salah satu mesjid kawasan Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku, karena panik dengan gempa tektonik secara beruntun melanda Pulau Ambon dan sekitarnya, Selasa, (31/110/2017) hingga Rabu, (1/11/2017). /PN
PAMANAWANews, AMBON - Sebagian warga memilih untuk mengungsi ke datataran tinggi/pegunungan, akibat gempa tektonik yang menerpa wilayah Pulau Ambon dan sekitarnya sejak Selsa malam, (31/10/2017) hingga Rabu dini hari, (1/11/2017).
Ada juga sebagian warga yang mengungsi ke rumah ibadah yaitu mesjid dan gereja.

Pantauan pamanawanews.com sejak Selasa malam, (31/10/2017) hingga Rabu dini hari, (1/11/2017), akibat gempa beruntun menerpa wilayah Pulau Ambon dan sekitarnya , membuat panik warga khususnya yang berdomisili di pusat kota Ambon, Provinsi Maluku.

Kepanikan warga, menyusul isu akan terjadi tsunami sehingga sebagian warga tampak lari berhamburan keluar rumah untuk mengamankan diri ke area pegunungan. Bahkan ada pula, warga yang mengamankan diri ke beberapa rumah ibadah di kota Ambon.

Warga yang beragama islam misalnya yang berdomisili di sekitar Mesjid Raya Al Fatah dan Mesjid Jami' Jalan Sultan Babullah Kota Ambon, karena panik ada yang mengamankan diri di dua mesjid tersebut.

Demikian juga warga Galunggung dan Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, juga mengamankan diri pada mesjid terdekat.

"Goyangan gempa sangat kuat. Sudah begitu susulan lagi. Kami mengamankan diri ke mesjid karena ada informasi akan terjadi tsunami," ucap warga di mesjid Raya Al Fatah dan Mesjid Jami' Kota Ambon, dengan nada terbata-bata, saat diwawancarai pamanawanews.com, Rabu dini hari, (1/11/2017).

Hal yang sama juga tampak di Gereja Silo dan Gereja Protestan Maluku, hingga Rabu dini hari, (1/11/2017), warga yang beragama kristen protestan ada pula yang mengamankan diri pada dua rumah ibadah tersebut.

Mereka khawatir karena beredarnya isu akan terjadi tsunami, sebelum ada pemberitahuan dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasikan informasi yang belakangan diketahui hoax tersebut.

"Kami panik karena ada isu akan terjadi tsunami," tutur para warga di Gereja Silo dan Gereja Protestan Maluku, kepada pamanawannews.com, Rabu dini hari, (1/11/2017).

Sebagian warga juga ada yang mengungsi di terminal Jalan Pantai Mardika Kecamatan Sirimau Ambon, dan Terminal Trnasit di Desa Passo Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Hingga berita ini dipublish, sebagian warga yang mengungsi baik di pegunungan maupun di rumah ibadah dan terminal, ada yang sudah balik ke rumah masing-masing, dan ada pula yang masih bertahan karena trauma.

Sejak Selasa malam, (31/10/2017) hingga Rabu dini hari, (1/11/2017), sesuai data BMKG menyebutkan, gempa tektonik baik skala besar, sedang dan kecil sudah terjadi kurang lebih 33 kali guncangan.

Berikut hasil rangkuman data gempa yang dirilis BMKG Maluku selama terjadinya rentetan gempa Selasa (31/11/2017) hingga Rabu, (1/11/2017) tercatat ada 33 kali gempa sejakĀ  gempa utama pukul 20:30 WIT hingga pagi ini pukul 06:00 WIT 1 November 2017.

Berikut rangkumannya, 31 Okt 2017, 20:31 WIT - Mag : 5.7 SR - 46 Km Barat Ambon. Pukul 20: 34 WIT - Mag : 5.6 SR -43 Km Barat Ambon.

Pukul 20:50 WIT Mag : 6.2 SR - 35 Km Barat Ambon. Pukul 20:59 WIT Mag : 5.2 SR 41 Km Barat Ambon. Pukul 21:05 WIT - Mag : 4.1 SR -45 Km Barat Ambon.

Pukul 21:23 WIT - Mag : 4.0 SR - 47 Km Barat Ambon. Pukul 7. 21:37 WIT - Mag : 5.6 SR - 33 Km Barat Ambon. Pukul 21: 48 WIT - Mag : 4.4 SR - 45 Km Barat Ambon.

Pukul 21:55 WIT - Mag : 4.0 SR
- 54 Km Barat Daya Ambon. Berikutnya, pukul 21:59 WIT - Mag : 3.8 SR
- 82 Km Barat Daya Ambon. Pukul 22.06 WIT - Mag : 4.2 SR - 46 Km Barat Daya Ambon.

Pukul 22:42 WIT - Mag : 4.4 SR
- 49 Km Barat Ambon. Pukul 22:52 WIT - Mag : 3.5 SR - 71 Km Barat Daya Ambon. Pukul 23:13 WIT - Mag : 3.7 SR
- 53 Km Barat Daya Ambon. Pukul 23:26 WIT - Mag : 3.6 SR - 50 Km Barat Daya Ambon.

Pukul 23:30 WIT - Mag : 3.8 SR
- 67 Km Barat Daya Ambon. Pukul 17. 23: 37 WIT - Mag : 3.4 SR - 60 Km Barat Day Ambon. Pukul 23:25 WIT - Mag : 4.2 SR - 68 Km Barat Daya Ambon.

Seterusnya, Rabu 1 November 2017, pukul 00:01 WIT - Mag : 3.3 SR
- 35 Km Barat Daya Ambon. Pukul 20. 00:24 WIT - Mag : 3.1 SR
- 74 Km Barat Daya Ambon.

Pukul 00:43 WIT - Mag : 3.3 SR - 81 Km Barat Daya Ambon. Pukul 00:52 WIT - Mag : 3.5 SR - 63 Kam Barat Ambon

Pukul 00:58 WIT - Mag : 3.1 SR - 63 Km Barat Ambon. Pukil 01:16 WIT - Mag : 3.1 SR - 74 Km Barat Daya Ambon. Pukul 01:29 WIT - Mag : 3.5 SR - 70 Km Barat Daya Ambon. Pukul 01: 47 WIT - Mag : 4.6 SR - 40 Km Barat Ambon.

Kemudian pada pukul 02:12 WIT - Mag : 3.0 SR - 70 Km Barat Daya Ambon. Pukul 02:50 WIT - Mag : 3.0 SR - 75 Km Barat Daya Ambon.

Pukul 03:00 WIT - Mag : 3.1 SR - 65 Km Barat Ambon. Pukul 03:23 WIT - Mag : 3.3 SR - 62 Km Barat Ambon. Gempa susulan juga terjadi pada pukul 03:56 WIT - Mag : 4.2 SR - 43 Km Barat Ambon. Pukul 05:24 WIT - Mag : 3.3 SR - 72 Km Barat Daya Ambon. Dan pukul 05:56 WIT - Mag : 3.3 SR - 56 Km Barat Ambon.

Gempa tektonik beruntun ini, tidak berpotensi tsunami. (PN-13)

Berita terkait