iklan-banner-01
iklan-banner-02

DPP IMM Mengutuk Pengeksploitasi Hutan SBT

Huran Desa Osong Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku yang dieksploitasi oleh PT Nusa Ina Tanah Merah Argo. / Sumber Foto IST
PAMANAWANews, AMBON - Eksploitasi hutan adat Desa Osong (Utian Lima) Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, secara keras dikutuk oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM).
Melalui Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Organisasi DPP IMM, Abdullah Keliobas, yang juga aktivis pecinta alam dan lingkungan hidup, secara tegas mengecam aksi pembalakan hutan secara liar oleh PT Nusa Ina Tanah Merah Argo di kabupaten penghasil gas dan minyak tersebut.

"Pemda Kabupaten SBT dalam hal ini Dinas Kehutanan Kabupaten SBT maupun Provinsi Maluku harus menindak tegas pengeksploitasi," tandas Abdullah Keliobas, saat dihubungi pamanawanews.com dari Ambon, Maluku, Senin, (6/11/2017).

Ia mengemukakan, hutan seharusnya di lindungi, bukan sebaliknya di eksploitasi untuk kepentingan pemodal seperti yang dipraktekan oleh PT Nusa Ina Tanah Merah Argo terhadap hak ulayat masyarakat adat Desa Osong di Kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa itu.

"Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas mestinya memberikan peringatan keras kepada siapapun yang melakukan pembalakan hutan secara liar khususnya lagi, hutan adat Desa Osong yang sudah dirampok perusahaan," tutur Abdullah menambahkan.

"Polisi juga demikian. Jangan mempermainkan hutan masyarakat untuk memperkaya diri," kecamnya.

Secara kelmbagaan, imbuh Abdullah, DPP IMM mengutuk keras ekploitasi hutan adat di kabupaten SBT dan tidak membiarkan sedikitpun ruang kepada para pelaku eksploitasi merampas hak-hak masyarakat adat setempat.

"Kalau proses pembiaran sengaja di lakukan, maka kami (DPP IMM), akan menyampaikan persoalan ini ke Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan RI," pungkasnya. (PN-13)

Berita terkait