iklan-banner-01
iklan-banner-02

Demi KTP, Ribuan Warga Rela Berdesak Desakan

Ribuan warga rela antri untuk mendapatkan e-KTP gratis di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Jumat (2/3/2018) / Foto: Istimewa
PAMANAWANews, AMBON- Keinginan untuk memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) secara gratis, tidak semudah membalikan telapak tangan.

Buktinya, demi memiliki kartu identitas diri sebagai warga Negara Indonesia, ribuan warga Kota Ambon, harus rela mengantri dan berdesak desakan di stand pelayanan pembuatan e-KTP, Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (2/3/2018).

Tenda utama, nampak tak mampu membendung datangnya ribuan warga mulai dari kaula muda, orang tua hingga langsia. Bahkan, tak sedikit ibu rumah tangga rela mengantri dan desak desakan sambil menggendong buah hatinya yang masih balita.

Tak bisa dibendung, panitia pembuatan e-KTP gratis dari Dinas Catatan Sipil, terpaksa membuka stand darurat di luar tenda utama. 

Pelayanan pembuatan e-KTP gratis ini berlangsung serentak di penjuru Nusantara, hingga tanggal 3 Maret 2018, mendatang.

“Syukur, ada pembuatan e-KTP di Kota Ambon. Hanya butuh biaya transportasi. Tapi kalau hari biasa, alasannya banyak. Adakalanya blangko habis atau gangguan jaringan. Kan uang habis cukup besar untuk bayar ongkos oto (angkutan umum). Belum lagi bayar administrasi," kata Agus.

Selain Agus yang merupakan warga Sirimau, Kota Ambon, ada juga Ibu Maryam yang datang membawa si jabang bayi. Sambil menunggu namanya dipanggil, Ia tampak duduk diatas trotoar sambil menyusui anaknya.

"Saya datang dari jam 08.00 WIT. Tadi sekitar jam 13.00 WIT, baru saya bisa serahkan berkas. Tadi mereka (catatan sipil) suruh (minta) besok balik untuk foto," kata warga Air Besar Desa Batumerah ini.

Pembukaan pelayanan e-KTP gratis ini dibuka oleh Menteri Dalam Negeri RI, Thajo Kumolo, yang datang ke Ambon dalam rangka memperingati HUT Pemadam Kebakaran Nasional ke 99 yang di pusatkan di Lapangan Merdeka Ambon.

"Pelayanan perekaman e-KTP akan berlangsung mulai tanggal 1 sampai 03 maret 2018," katanya. (PN-09)

Berita terkait