iklan-banner-01
iklan-banner-02

72 Tahun HJK, Kilas Balik Pertempuran Hebat Ambarawa di Kota Ambon

PAMANAWANews, AMBON- Upacara memperingati Hari Juang Kartika (HJK) ke 72 tahun, berlangsung di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (15/12/2017). Bertindak sebagai inspektur upacara, Panglima Kodam XVI Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto.
Drama kolosal pertempuran hebat di Ambarawa, meriahkan perayaan Hari Juang Kartika ke 72 tahun yang dilakukan Kodam XVI/Pattimura di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Jumat (15/12/2017) / PamanawaNews

HJK lahir setelah meraih kemenangan melalui pertempuran hebat selama 4 hari, 4 malam, merebut Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah dari tangan penjajah, Belanda.

Kemenangan di Ambarawa, 15 Desember 1945 silam, menjadi momen penting dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang dicetuskan 17 Agustus 1945.

Keberhasilan mengusir penjajah ini diraih melalui pertempuran sengit sejak tanggal 12-15 Desember, yang kemudian dijadikan sebagai Hari Infantri, atau Hari Lahir TNI AD, atau Hari Juang Kartika, saat ini.

Kota Ambrawa merupakan tempat terjadinya pertempuran darat bersejarah 72 tahun silam. Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Palagan Ambarawa itu, juga berdampak politik secara internasional dan menjadi momentum penting bagi TNI AD sebagai penjaga tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kasad Jenderal TNI Mulyono dalam amanah tertulis yang dibacakan Pangdam Pattimura, mengingatkan prajurit TNI AD untuk merenungkan kembali salah satu pesan yang disampaikan tokoh penting dalam pertempuran itu yakni Panglima Besar Jenderal Soedirman.

"Pesan tersebut harus dimaknai bahwa TNI AD saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang modern dan profesional, namun demikian prajurit TNI AD tidak boleh
meninggalkan jati dirinya sebagai Tentara Rakyat," katanya.

Peringatan HJK, selain sebagai sarana untuk introspeksi diri, juga dapat dipandang sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban
TNI AD kepada rakyat atas pembangunan kekuatan yang telah dilaksanakan.

"Tema tersebut mengandung makna bahwa TNI AD dengan Jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Nasional yang Profesional, senantiasa tumbuh berkembang dan berjuang bersama rakyat untuk kepentingan rakyat Indonesia," jelasnya.

TNI AD, ungkap Kasad, juga meyakini bahwa TNI akan kuat jika senantiasa manunggal dengan rakyat, karena kekuatan TNI yang didukung oleh rakyat merupakan bentuk aplikasi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi Bangsa yang ikut serta membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.

TNI AD bertekad untuk terus membenahi diri dan meningkatkan kualitas pengabdiannya.

"Bagi TNI AD, kehormatan tertinggi adalah ketika mampu memberikan karya dan pengabdian terbaik bagi masyarakat, Bangsa dan Negara," tegas Kasad, diakhir sambutannya.

Upacara peringatan HJK di Kota Ambon, juga dimeriahkan dengan Parade, aksi Beladiri TNI Yongmoodo, Sosiodrama, Hiburan rakyat, dan Joired Alusista. Masyarakat juga dihibur dengan menaiki sejumlah kendaraan alusista milik TNI AD. (PN-08)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02