iklan-banner-01
iklan-banner-02

5 Pendaki Surabaya Kecelakaan di Gunung Binaiya, 1 Meninggal Dunia

PAMANAWANews, AMBON- Lima orang pendaki asal Surabaya Provinsi Jawa Timur, yang melakukan pendakian di Gunung Binaiya, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, mengalami kecelakaan. Satu orang dikabarkan meninggal dunia.
Amelia Sinarta Po (Baju Kaos Berwarna Merah, Celana Biru), korban yang meninggal dunia, tampak sedang berpose bersama rekan-rekannya sebelum tiba di puncak Binaiya, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. /Sumber Foto IST
Sesuai informasi yang diterima pamanawanews.com, Senin malam, (27/11/2017) melalui Koordinator Tim Evakuasi, Abdul Maskur Marasabessy, menerangkan kronologis kejadian, bahwa kelima pendaki asal Surabaya ini, sudah tiba di Kota Ambon, Maluku, sejak Selasa, (21/11/2017), pukul 17.00 WIT (Pukul 15.00 WIB), untuk melakukan pendakian gunung Binaya.

"Mereka bermalam di Ambon dan mempersiapkan logistik dan perlengkapan," ujarnya.

Rabu (22/11/2017), lanjutnya,
tim yang ditemani satu orang guide lokal menuju Pulau Seram untuk melakukan pendakian lewat jalur selatan Piliana, Kabupaten Maluku Tengah.

"Kamis 23 November 2017,
tim yang ditemani dua porter lokal memulai pendakian menuju shelter Aimoto," jelasnya.

Pada Jumat (24/11/2017), tim bergerak menuju shelter Isilali dan bermalam di sana.

Sabtu 25 November 2017, tim menuju Summit, pada pukul 12.30 WIT mereka tiba di Puncak dan kemudian kembali ke Isalali untuk menginap.

Selanjutnya, kata dia, Minggu ‎26 November 2017, tim kemudian bergerak turun dari Isilali menuju Aimoto. Setelah istirahat makan siang, tim bergerak turun ke Piliana. Di tengah perjalanan, angin semakin kencang.

"Hujan disertai angin memang terjadi selama pendakian. Tiba-tiba ada suara pohon tumbang, batang pohon yang tumbang jatuh tepat menimpa kepala Amelia Sinarta Po (korban) yang kemudian tidak sadarkan diri," ungkapnya.

Sementara, dua rekannya tertimpa ranting pohon mengalami cedera ringan. Tim segera melakukan pertolongan pertama dan segera mengevakuasi korban untuk mendapat pertolongan lebih lanjut di desa Yaputih melewati jalur evakuasi yang dianggap lebih cepat.

"Jam 8 malam, ada 8 orang warga dari Desa Yaputih, Maluku Tengah, datang untuk membantu proses evakuasi setelah diberitahu via telepon," terangnya.

Senin, (27/11/2017), pukul 1.30 WIT dini hari, tim sampai di Desa Yaputih dengan kondisi korban sudah meninggal dunia.

Pagi harinya, lanjut Abdul Maskur Marasabessy, korban dibawa ke RSUD Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dan melapor ke Balai Taman Nasional Manusela.

Pada pukul 12.30 WIT, tim berangkat dari pelabuhan Lastetu Pulau Seram menuju Pelabuhan Tulehu, Maluku Tengah, menggunakan speed boat yang ditemani seorang petugas Balai Taman Nasional Manusela.

"Pukul 14.30, jenazah Almarhumah tiba di Kota Ambon kemudian dibawa ke Bandara Internasional Pattimura, untuk diberangkatan ke Surabaya.

"Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam proses evakuasi sampai selesai. Salam Lestari," pungkasnya. (PN-13)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02