iklan-banner-01
iklan-banner-02

3 Negeri Tetangga Bantu Persiapan Pelantikan Raja Siri Sori Islam

Puluhan Warga Negeri Ulath, memikul kayu dan bambu untuk membantu persiapan acara pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam, Senin (15/1/2018).
PAMANAWANews, MASOHI- Warga Negeri Haria, Ulath dan Siri Sori Serani, tampak bergembira datang dan ikut terlibat dalam membantu persiapan pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam yang akan dihelat tanggal 27 Januari 2018 mendatang.

Haria memiliki hubungan Pela Gandong dengan Siri Sori Islam. Ulat merupakan Negeri tetangga di bagian Utara, sementara Siri Sori Serani di sebelah Selatan Negeri Siri Sori Islam.


Puluhan warga dari 3 Negeri di Pulau Saparua Kabupaten Maluku Tengah itu datang tidak dengan tangan kosong, Senin (15/1/2018), pagi. Puluhan Warga Siri Sori Serani membawa bahan untuk membuat dulang (tempat makanan).

Selang 1 Jam, giliran warga Ulath juga berbondong-bondong datang memikul kayu dan bambu. Sembari berjalan kaki kurang lebih 1 Kilometer, puluhan warga ini diiringi musik trompet sambil menyanyikan lagu "Embun Pagi" berisi pesan perdamaian.

Lagu Embun Pagi itu pernah di lantunkan saat proses perdamaian kedua Negeri pada tahun 1963 silam, paska konflik kedua Negeri (Siri Sori Islam dan Ultah) berkecamuk.

Embun Pagi menceritakan perdamaian yang harus di wujudkan dalam kehidupan kedua negeri yang dilantunkan sembari membawa Alkitab dan Al Quran. Kedatangan mereka untuk membuat tenda dapur masak makanan untuk di sediakan pada saat resepsi kegiatan nanti.

Sedangkan warga Negeri Haria yang mempunyai ikatan pertalian darah rencananya pada 2 hari menjelang pelantikan akan menyumbangkan ikan laut dan seekor Sapi.

Kepala Kecamatan Saparua Timur, Halid Pattisahusiwa memuji ke­hi­du­pan toleransi sosial dan beragama di Kecamatan Saparua Timur yang baru di mekarkan pada tahun 2014 lalu.

"Kehidupan so­sial dan toleransi beragama di Saparua Timur mampu kita jaga. Dengan momentum pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam kita eratkan hubungan negeri tetangga dan bersaudara itu," ujarnya.

3 Negeri bertetangga ini, kata Halid layak dija­di­kan sebagai percontohan kehidupan bermasyarakat di In­do­­nesia, bahkan di dunia tentang ke­ru­kunan umat beragama.

"Hari ini adalah bukti dari indahnya rasa toleransi antar negeri bertetangga yang berbeda agama. Kita merasa bangga dan terharu melihat yang terjadi, khususnya dalam upaya pembangunan kerukunan antar umat beragama," salutnya.

Menurutnya, saling bahu membahu yang dilakukan ini merupakan kunci kerukunan dan harmonisasi hidup antar umat beragama.

"Ini merupakan salah satu kunci, bahwa  hidup bersama, rukun dan harmonis antar umat beragama itu sangat indah. Ke­indahan ini lebih bermakna pa­da apa yang dirajut dan dibangun me­lalui kehidupan antar umat ber­agama dalam kehidupan. Se­hing­ga upaya yang dilakukan un­tuk men­ciptakan tatanan nilai kebe­ra­gaman bisa terlihat dan dirasakan oleh masyarakat, khususnya di kepulauan Lease ini," jelasnya.

Momen yang terjadi dan begitu menyayat hati ini, diharapkan dapat terus terbangun di Pulau Saparua, khususnya di Kecamatan Saparua Timur.

"Kita harapkan semangat persatuan itu tetap terjaga. Toleransi antar umat beragama itu sangat mahal. Mari kita bersatu membangun Lease yang kita cintai ini," pintanya.(PN-20)

Berita terkait