iklan-banner-01
iklan-banner-02

Warga Iha Mahu dan Tuhaha Bentrok, Satu Tewas

PAMANAWANews, AMBON- Warga Negeri Iha Mahu dan Tuhaha Kecamatan Saparua Timur Kabupaten Maluku Tengah terlibat bentrok. Saling serang menggunakan parang dan tombak, terjadi di perbatasan kedua kampung bertetangga itu, Jumat (5/1/2017).
Sumber Foto : IST

Bentrokan yang terjadi pukul 01.00 WIT ini menyebabkan seorang warga Iha Mahu tewas secara mengenaskan. Sementra 4 warga lainnya mengalami luka luka akibat sayatan parang.

Korban tewas dalam insiden naas itu yakni Melkianus Hitipeu, warga Negeri Iha Mahu. Lelaki berusia 64 tahun ini meregang nyawa secara mengenaskan. Korban yang diketahui bertugas sebagai Kewang itu menderita luka robek di leher kanan, mulut dan dada setelah ditebas orang tak dikenal (OTK) yang diduga berasal dari Tuhaha. 

Empat korban lainnya yakni Tua Dominggus Sopakua (55) bertugas sebagai  Adat Iha Mahu, Daniel Patinaya (35) dan Melkianus Lewerisa yang kini telah di rujuk ke RSUD Tulehu, Pulau Ambon. Sementara korban luka bacok dari Negeri Tuhaha adalah Enos Louhenapessy (50). 

Belum jelas penyebab pasti sehingga bentrokan yang terjadi tepat di perbatasan kedua Kampung bertetangga ini pecah. Namun diketahui, saling serang terjadi saat warga Negeri Tuhaha sedang melakukan ritual adat penutupan atap Baileo. 

“Pada awalnya Negeri Tuhaha melaksanakan prosesi adat penutupan atap Baileo. Prosesi adat tersebut adalah mencari kepala manusia dari Negeri Iha Mahu, yang diganti dengan buah kelapa dari Negeri Iha Mahu,” kata Sumber terpercaya kepada Kabar Timur via telepon seluler, kemarin. 

Saat ritual berlangsung, sejumlah masyarakat Negeri Tuhaha hendak menuju petuanan hutan Iha Mahu mengambil buah kelapa. Disaat bersamaan, sejumlah masyarakat bersama Kewang dan Tua Adat Negeri Iha Mahu sedang berjaga jaga di perbatasan kampung. Kedua kubu lalu bertemu dan entah mengapa, saling serang tak bisa dihindari sekira pukul 01.00 WIT. 

“Bentrokan menggunakan parang dan tombak mengakibatkan salah satu masyarakat Iha Mahu meninggal dunia dan 4 orang luka luka. 3 dari Iha Mahu dan 1 dari Tuhaha,” tambah Sumber yang enggan namanya disebutkan. 

Aparat TNI dan Polri, tambah Dia, bergegas ke TKP untuk mengamankan kedua pihak. Sejumlah Muspika dari Saparua Timur juga bersama sama TNI/Polri melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, agama dan tokoh adat kedua Negeri bertikai. 

“Untuk sementara situasi keamanan mulai kondusif,” tandasnya. 

Wakil Kepala Polda Maluku Brigjen Pol. Daniel Pasaribu menyesali adanya kejadian itu. Menurutnya, semboyan orang Maluku yakni Katong Samua Basudara, mestinya diimplementasikan dalam kehidupan sehari sehari. 

“Tidak perlu terjadi. Kita dari dulu menyampaikan kita ini basudara. Mestinya kalau ada hal-hal menurut kita kurang pas di bicarakan. Jangan main hakim sendiri,” sesal Daniel kepada wartawan. 

Ia mengatakan, persoalan yang terjadi antara kedua warga kampung itu hanya karena kesalah paham. Ia juga membenarkan bentrokan tersebut menyebabkan seorang warga meninggal dunia. 

"Itu salah paham saja. Satu tewas dan tiga luka luka. (Kasus bentrokan) sementara dalam penyelidikan. Untuk situasi sudah kondusif," pungkas perwira bintang 1 itu. (PN-07)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02