iklan-banner-01
iklan-banner-02

Tiga Personel Brimob Maluku Dikirim ke Sudan

3 Anggota Brimob Polda Maluku di Garfur, Sudan. / Sumber Foto: Humas Polda Maluku.
PAMANAWANews, AMBON- AKP Agung Pranajaya, Bripka M. Amran C. Hukom dan Brigpol La Ilo, kini sedang menjalani misi perdamaian di Darfur, Sudan. Tiga anggota Brimob Polda Maluku ini tergabung dalam Satgas Garuda Bhayangkara (Garbha) II Formed Police Unit (FPU) Indonesia 9.
Mengemban tugas mulia bersama 137 personel Brimob lainnya di Indonesia, AKP Agung Pranajaya menjabat Komandan Pelton Alpha, Bripka M. Amran C. Hukom sebagai Sniper dan Brigpol La Ilo selaku Gunner.

Sebanyak 140 personel Satgas FPU Indonesia ini di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Afrika dalam misi UNAMID (United Nations African Mission In Darfur).

“Satgas Garbha II FPU Indonesia 9 ini menggantikan Satgas Garbha II FPU Indonesia 8 karena berakhir masa penugasan,” kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh kepada Pamanawanews.com, Minggu (19/11/2017).

Satgas FPU, ungkap Tatuh, merupakan personel yang memiliki keterampilan khusus kepolisian, seperti pengendalian massa, menggunakan persenjataan yang dibekali teknik dan taktik pertempuran kota. Mereka juga handal dalam misi pembebasan sandera, mampu mengatasi gangguan keamanan bersenjata dengan intensitas maupun resiko yang tinggi.

“Mereka juga mampu bergerak dengan cepat didalam lingkup area penugasan misi perdamaian PBB,” jelasnya.

Ratusan personel Pasukan Khusus milik Polri ini di Komandoi AKBP Ahmad Arif Sopiyan dan wakil Komandan Kompol Arthur Sameaputi.

Keberangkatan mereka ke Benua Afrika itu dilepas Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di lapangan Gedung Baharkam Mabes Polri, Jakarta, Bulan Januari lalu.

“Rencananya mereka akan bertugas selama satu tahun, yakni dari tanggal 21 Januari 2017 sampai dengan 21 Februari 2018,” ujarnya.

Menjalankan misi perdamaian, satgas Garuda FPU ini tidak sendiri. Mereka bergabung dengan sejumlah Negara lain yang menjadi anggota PBB. Misi memelihara perdamaian berlangsung pasca penandatanganan perjanjian perdamaian Konflik Darfur pada tahun 2011 lalu.

Konflik di Darfur sendiri meletus pada tahun 2003 silam. Perang saudara ini menyebabkan jutaan manusia terpaksa mengungsi di IDP (Internally Displaced Persons) camps. Ratusan ribu orang terbunuh akibat konflik berkepanjangan yang melibatkan faksi-faksi pemberontak, melawan pemerintah Sudan.

Tugas taktis yang diemban FPU Indonesia diantaranya patroli, pengawalan, monitoring, perlindungan terhadap aset PBB, baik staf PBB dan pekerja kemanusiaan Internasional serta masyarakat. Juga memberikan dukungan kepada Individual Police Officer PBB dalam melaksanakan sejumlah programnya.

Selain itu, FPU Indonesia memberikan pelatihan kepada polisi lokal, melindungi komunitas sipil yang rentan terhadap ancaman tindakan kekerasan, kontribusi keamanan di lingkungan IDP (Internally Displaced Persons) camps, serta mendorong para pengungsi lokal itu kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

Menurut Tatuh, saat ini Satgas FPU Indonesia memiliki Area Of Rensponsbility (AOR) di Kota El Fasher, ibukota Darfur Utara. Tugas rutin yang menjadi tanggung jawab FPU Indonesia adalah mengawal personel UNAMID dalam melaksanakan Community Policing di tiga camps pengungsi terbesar yang berada di El Fasher, yakni Al Salaam, Abu Shouk dan Zam Zam.

“Mereka bangga (Tiga anggota Brimob Maluku) karena diberikan kesempatan untuk berperan langsung dalam mewujudkan perdamaian dunia,” tambah Tatuh melalui pengakuan AKP Agung yang merupakan mantan Wakaden Gegana Satuan Brimob Polda Maluku.

Selain menjalankan tugas kemanusian, Satgas FPU juga diperhadapkan dengan situasi dan kondisi alam yang tidak biasa dirasakan. Cuaca di Garfur sendiri begitu ekstrim. Suhunya mencapai 3 derajat celsius.

Meski awalnya kesulitan beradaptasi, tapi sebagai Pasukan elitnya Kepolisian Indonesia, kata Tatuh, mereka telah berlatih dan dituntut untuk siap ditempatkan dimana saja. Air sebagai kebutuhan vital disana, juga susah. Minimnya air menuntuk Satgas FPU bisa meminimalisir penggunaan air secukupnya.

“Semoga tujuan mulia dalam memelihara perdamaian dunia khususnya di Sudan dapat terwujud. Dan seluruh tim, dapat kembali ke Indonesia dengan selamat,” harap Tatuh, menutup. (PN-07)

Berita terkait