iklan-banner-02
iklan-banner-02

Tambang Batu Cinnabar Resmi Ditutup

PAMANAWANews, PIRU- Tambang batu cinnabar yang berada di Gunung Hatu Tembaga Desa Luhu Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, akhirnya ditutup, Jumat (9/12/2017).
Sumber Foto: IST

Penutupan resmi dilakukan setelah aparat gabungan dari Polres SBB, Brimob Kompi II Piru, Koramil Piru dan Satpol PP Kabupaten SBB melakukan penertiban dengan cara membongkar setiap tenda yang dibangun penambang di area pertambangan.

Tim gabungan yang diterjunkan berjumlah 126 personel. Ratusan personel gabungan dibagi 2 kelompok untuk melakukan penyisiran lokasi pertambangan.

Operasi penertiban dipimpin langsung Kepala Polres SBB AKBP. Agus Setiawan. Turut hadir dalam penertiban Sekretaris Daerah SBB Mansur Tuharea, Kepala Dinas Kesbangpol Saban Patty, Kasat Satpol PP Mansur Hehanusa, Danramil Piru Kapten Ato Laturake, Komandan Brimob Iptu Hidayat.

Dalam operasi itu, diperkirakan penertiban yang dilakukan sudah mencapai 30 persen.

Sekda SBB Mansur Tuharea mengatakan, penyisiran tambang mercury ini merupakan perintah langsung Gubernur Maluku, Kapolda Maluku dan Pangdam VIII/Pattimura yang dikeluarkan melalui surat nomor 544-45/2017, 1030/XI/2017,dan MAK/01/XI/2017, tentang penertiban pertambangan mineral, logam yang mengandung mencuri.

"Penyisiran tambang cinabar pada hari ini (Jumat) setelah adanya musyawarah antara pemerintah kabupaten SBB dengan tokoh masyarakat dari Desa Iha maupun Desa Luhu," kata Mansur di sela penertiban itu, Jumat (9/12/2017).

Dalam penertiban ini, kata Mansur, juga melibatkan tokoh masyarakat Desa Luhu dan Iha. "Penyisiran pada hari ini tepat di areal gunung Desa Iha terdapat dua tokoh masyarakat yang turut membantu yaitu Arif Samal dan Arman Anakota," ungkapnya.

Penertiban, lanjut Mansur, diperkirakan akan berlangsung selama 3 hari agar mencapai semua wilayah pertambangan. Selain luas area pertambangan, tenda yang dibangun para penambang memakai kayu keras. Sehingga menyita waktu.

"Jadi butuh alat yang ampuh serta tenaga yang ekstra untuk itu,  dan untuk barang penambang yang masih tertinggal di areal ini akan ditampung dan dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing," ujarnya.

Disisi lain, tambah Mansur, pemerintah melakukan penutupan tambang batu cinnabar yang merupakan bahan dasar mercury atau air raksa ini semata mata untuk mencegah warga khususnya penambang agar tidak teracun oleh bahan kimia berbahaya ini.

"Penutupan ini juga merupakan Presiden Indonesia untuk tertibkan tambang yang berbaya dan bersifat ilegal ini," jelasnya.

Setelah penutupan, Mansur menyampaikan, pemerintah akan melakukan penghijauan agar area pertambangan ini kembali stabil seperti sediakala.

"Untuk masyarakat yang  beberapa tahun ini menjajakan hidupnya di tambang ini, akan dibantu Pemda dalam hal pertanian dan perikanan, agar mereka bisa bekerja dengan baik tanpa ada yang berbahaya," pungkasnya. (PN-20)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02