iklan-banner-01
iklan-banner-02

Polisi Grebek Pabrik Mercury di SBB

PAMANAWANews, AMBON- Pabrik penyulingan mercury di Dusun Talaga Ratu Desa Kairatu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), berhasil ditemukan aparat Kepolisian Resort (Polres) SBB, Selasa (23/1/2018).
Polrea SBB berhasil grebek lokasi penyulingan mercury di Dusun Talaga Ratu Desa Kairatu Kecamatan Kairatu Kabupaten SBB, Selasa (23/1/2018).

Sedikitnya 5 orang penyuling yang merupakan warga SBB berhasil diamankan bersama air raksa (mercury) seberat 24 Kg. Mereka adalah, Sunari (58), Ahmad Ridwan (29), Almer Kiki Madewangsa (18), Setiawan (20) dan RH (17).

Sunari berperan sebagai pemilik rumah yang dijadikan pabrik mercury ilegal itu. Ahmad Ridwan sebagai pembuat mercury. Mereka dibantu 3 orang pemuda lainnya, satu diantaranya masih berstatus sebagai anak dibawa umur.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhammad Roem Ohoirat mengungkapkan, penggerebekan yang dilakukan tim gabungan Polres SBB ini berlangsung sekira pukul 00.10 WIT.

"Proses penggerebekan dilakukan Kasat Sabhara AKP J. de Fretes, Kasat Intelkam IPTU M. Wenno, KBO Intelkam IPDA I. Parera, beserta Gabungan Pers Siaga dari fungsi Intelkam, Reskrim dan Sat Shabara Polres Seram Bagian Barat," ungkap Roem kepada wartawan, Selasa (23/1/2018).

Penggerebekan yang dilakukan tim berdasarkan hasil pengembangan dari informasi yang didapatkan.

Di tempat kejadian perkara (TKP), aparat berhasil mengamankan 5 pelaku penyulingan bahan kimia berbahaya itu. Tiga pelaku merupakan warga Dusun Talaga Ratu dan 2 lainnya merupakan warga Dusun Sidodadi Desa Waimital.

Proses penyulingan dengan bahan dasar batu cinnabar itu telah berlangsung selama 2 hari. Dimulai sejak Minggu (21/1/2018) pukul 16.00 WIT, hingga pukul 00.00 WIT, esok harinya.

"Bahan baku material batu cinnabar diambil dari Desa Luhu Kecamatan Huamual Kabupaten SBB," terangnya.

Material cinnabar yang diolah di hari pertama seberat kurang lebih 100 Kg, milik seorang warga yang diketahui bernama Jaka. Pengolahan itu menghasilkan air raksa seberat kurang lebih 60 Kg.

"Hasil pengolahan hari pertama telah diambil oleh pemilik batu cinnabar pada Senin (22/1/2018) pukul 19.10 WIT," ujarnya.

Sementara mercury yang berhasil diamankan saat penggerebekan seberat 24 Kg. Bahan kimia ini dihasilkan dari olahan cinnabar seberat 50 Kg.

"Barang Bukti yang diamankan berupa Timbangan, Mesin Penggiling Batu Cinnabar merek Daisung, Blower Api, 13 Tabung penyulingan  (9 tabung ukuran besar dan 4 tabung ukuran kecil), 4 Karung Ampas atau Limbah batu Cinnabar dan 24 Kg Mercuri yang sudah dituang kedalam 3 unit botol," jelasnya.

Saat ini, lanjut perwira tiga melati dipundaknya  itu, lokasi penyulingan mercury telah diamankan menggunakan garis polisi. Sejumlah barang bukti yang berhasil ditemukan juga sudah dibawa ke Markas Polres SBB.

"Pada pukul 03.17 WIT kelima orang diduga pengolah Batu Cinnabar dibawa menuju Mako Polres SBB guna pemeriksaan lebih lanjut bersama sejumlah barang bukti," tandasnya. (PN-07)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02