iklan-banner-01
iklan-banner-02

Perang Batu di Kudamati

Bentrok di Kudamati, Pangkalan Ojek yang berada didepan RSUD dr. M. Haulussy Ambon, dirusak massa, Kamis (4/1/2018). (IST)
PAMANAWANews, AMBON- Perang batu antar gang kembali pecah, tepat didepan RSUD dr. M. Haulussy Kudamati Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Kamis (4/1/2018), pukul 04.00 WIT. Dua unit mobil rusak akibat terkena lemparan batu dalam peristiwa itu.

Bentrokan antar sekelompok pemuda dari gang lorong Gereja Sinar dan lorong Kamar Mayat ini untuk kedua kali. Sebelumnya, dua kelompok bertikai ini saling baku hantam pakai batu, tepat malam ganti tahun, empat hari lalu.

Belum jelas motif bentrokan itu. Tapi diduga terjadi akibat balas dendam saat bentrokan pertama kali terjadi.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu, namun sebuah truk Toyota Dyna DE 8847 AD, milik Dominggus Watimena (54) dan mobil angkot Kudamati DE 1099 KU milik Helmy Louis (38) mengalami kerusakan.

Kedua kendaraan bermotor milik warga setempat yang sedang terparkir di tempat kejadian perkara (TKP) ini terkena lemparan batu hingga membuat kaca depan kedua mobil pecah.

Informasi yang dihimpun pamanawanews.com menyebutkan, peristiwa itu berawal ketika sekelompok pemuda sekitar 20 orang berjalan bersama dari lorong SPK menuju pintu masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Berjalan bersama tepat didepan toko Hero, tampak 2 orang tak dikenal (OTK) dari puluhan pemuda itu melakukan pelemparan ke arah pangkalan ojek yang berada didepan RSUD.

Kala itu, duduk di pangkalan ojek yakni Izaac Diasz dan Hein Ayawaila. Dilempari OTK pakai batu, kedua bapak itu lari menyelamatkan diri ke kawasan PMI, tak jauh dari TKP.

Mereka memberitahukan insiden itu kepada sejumlah pemuda Lorong Gereja Sinar. Tidak terima, sekelompok pemuda keluar dan melakukan aksi balasan. Mereka membalas lemparan batu terhadap pemuda yang diketahui merupakan anak lorong Kamar Mayat.

“Karena kalah jumlah, sekelompok pemuda dari lorong Kamar Mayat yang berada didepan toko Hero lalu mundur ke lorong SPK,” kata Sumber yang merupakan anggota polisi ini.

Meski sekelompok pemuda lorong Kamar Mayat berhasil dipukul mundur, tapi amarah pemuda gang Sinar tak terbendung hingga melakukan pengrusakan terhadap pangkalan ojek beserta satu unit televisi.

Beruntung, tak lama berselang, sejumlah  anggota Polsek Nusaniwe dan anggota PRC Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, tiba di TKP dan membubarkan massa dari kedua kelompok bertikai.

Kepala Polres Ambon AKBP. Sutrisno Hady yang dikonfirmasi mengaku jika situasi keamanan di TKP sudah sangat kondusif.

Menurut Hady, pihaknya telah melakukan mediasi damai dengan tokoh masyarakat, pemuda dan agama kedua kelompok bertikai. Bahkan, mereka telah menyatakan sikap untuk berdamai.

“Tadi sudah dilakukan ibadah bersama (antara kedua kelompok) di Gereja,” tandasnya. (PN-07)

Berita terkait