iklan-banner-01
iklan-banner-02

Kepsek “Preman” Aniaya 50 Murid SD di SBT

PAMANAWANews, BULA - Tidak jelas motif dibalik tindakan premanisme yang dilakukan, seorang Kepala Sekolah (Kepsek) bernama Salim Rumpot menganiaya sebanyak 50 murid di sekolah dasar yang dipimpinnya. Salah satu korbannya bernama Toto Kalderek akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Bula, karena mengalami luka sobek pada bibir bawahnya.
Toto Kalderek, Siswa Kelas 5 yang dianiaya sang Kepsek

Kepsek SD Negeri Namaandan, Desa Namaandan, Kecamatan Teluk Waru, itu akhirnya dilaporkan ke Polres SBT, karena tindakanya terhadap puluhan siswanya tersebut, Kamis (19/10/2017).

Informasi yang dihimpun PamanawaNews.com di kota Bula, menyebutkan, kejadian premanisme tersebut, terjadi  sejak pukul 07.00 WIT. Saat puluhan anak sekolah dasar itu berada di sekolah untuk menjalankan aktifitas belajar di pagi hari.

Apes nian, saat berada di sekolah, Kepsek Salim Rumpot kemudian memanggil satu per satu korban dan melayangkan bogem mentah kepada puluhan murid tersebut. Akibatnya, sejumlah siswa mengalami memar dan benjol di bagian tubuh, sedangkan Toto sang siswa Kelas 5 ini, harus dilarikan ke RSU karena luka yang diderita.

 “Entah apa yang terjadi sehingga sang Kepsek begitu brutal menganiaya puluhan muridnya itu, dan satu korban harus dilarikan ke RSU,” ungkap Said Husein Alhamid, Tokoh Pemuda Bula Timur kepada media ini.

Menurut Said, dugaan kuat sang Kepsek marah karena ada laporan warga Desa Namaandan, saat dihelatnya pertemuan warga dengan tamu dari kabupaten beberapa hari sebelumnya. Mungkin saja pada pertemuan itu, ada warga yang mempertanyakan kehadiran Kepsek yang sering lalai dalam menjalankan tugas di sekolah tersebut. “Ini yang saya dengar dari orang tua korban, mungkin kepseknya marah lantas melakukan tindakan brutal ini,”tandasnya.

Informasi kronologis yang dihimpun menyebutkan, sang Kepsek setelah melakukan menganiaya puluhan siswa itu, lantas membiarkan mereka di ruang kelas. Kabar penganiayaan pun didengar oleh para orang tua, dan akhirnya para orang tua mendatangi sekolah SD yang berada di Pulau Farang tersebut. Namun saat berada di sekolah, sang Kepsek menolak para orang tua untuk mengambil anak-anak mereka, karena berdalil masih jam sekolah. “Hingga pukul 11.00 WIT, anak-anak itu baru dibiarkan pulang ke rumah,” tandas Said.

Said menambahkan, Kepsek sempat menyuruh salah satu staf guru bernama Marawiya Siwansiwan untuk meminta para orang tua, agar kejadian itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan, namun upaya tersebut sia-sia, karena orang tua Toto, akhirnya nekat mengevakuasi anaknya ke kota Bula.

Said menegaskan, atas tindakan ini pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan tetap mempresure agar insiden ala premanisme yang dilakukan oleh sang Kepsek ini dapat diusut sampai tuntas oleh pihak berwajib. “Saya akan mengawal proses ini hingga tuntas, karena ini merupakan tindakan tidak terpuji,”tegasnya.

Sementara hingga berita ini dilansir, kajadian ini tengah ditangani oleh Polres setempat, puluhan anak yang menjadi korban kekerasan itu kini dalam proses perawatan, termasuk Toto yang sedang dirawat di RSU. (PN-17)

 

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02