iklan-banner-01
iklan-banner-02

KAMMI Desak POLRI Usut Tuntas Insiden Penyerangan Gereja Lidwina Jogjakarta

PAMANAWANews, JAKARTA- Banyaknya aksi kekerasan serta teror kepada tokoh agama dan tempat ibadah beberapa waktu terakhir ini membuat semua pihak resah akan kondisi keamanan dan kerukunan beragama di Indonesia.
Ketua Umum PP KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi.

Jika sebelumnya serangan dialami oleh sejumlah tokoh Islam, ulama dan ustadz, maka pada Minggu 11 Februari 2018, serangan kini menimpa Gereja Santa Lidwina, Sleman, Jogyakarta.

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengecam aksi tersebut, sekaligus mendesak Polri mengusut tuntas aksi brutal itu, termasuk motif para pelaku.
 
"KAMMI mengutuk keras setiap kekerasan yang terjadi kepada tokoh agama dan rumah ibadah yang ada di indonesia," sebut ketua umum PP KAMMI Irfan Ahmad Fauzi melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (13/2/2018).
 
Irfan berharap kejadian itu menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak keamanan untuk mengungkap dan menyelesaikan siapa dibalik insiden tersebut. karena Isu agama adalah isu sensitif. Sehingga aparat kepolisian harus bekerja cepat dan transparan, agar tidak muncul spekulasi dan prasangka yang bisa memicu konflik di tengah masyarakat.
 
Apalagi, Lanjut Dia, di tahun-tahun politik seperti sekarang, upaya-upaya yang mengarah kepada adu domba, membentur-benturkan masyarakat akan semakin banyak. Itu sebabnya pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan, harus bisa mengantisipasi agar peristiwa serupa tak terulang lagi.
 
"Jangan sampai kekerasan dan teror ini terus terjadi dan menimbulkan rasa tidak aman kepada segenap masyarakat utamanya kepada para pemuka agama," tuturnya.
 
KAMMI dalam hal ini mengajak generasi muda dan seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu menjaga persatuan dan kesatuan. "Sehingga kerukunan antar umat beragama di Indonesia terjalin dengan baik," pungkas Irfan. (PN-01)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02