iklan-banner-01
iklan-banner-02

Buruh Temukan Mortil Aktif di Pelabuhan Yos Sudarso

Tim Gegana Polda Maluku, mengamankan sebuah Mortir aktif di Kawasan Kontainer, Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Selasa (10/10/2017). (Pamanawanews.com)
PAMANAWANews, AMBON- Sebuah mortir aktif peninggalan perang di temukan seorang buruh didalam kontainer saat bongkar muat di pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Senin (10/10/2017), sekira pukul 10.00 WIT.
Bahan ledak berdaya besar itu tergabung bersama reruntuhan besi tua yang hendak di kirim ke Surabaya, Jawa Timur.
Yusuf Candra, pengepul besi tua yang bermukim di Lateri Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon mengungkapkan, benda mematikan itu terdapat didalam karung bersama sejumlah besi tua.
Penemuan bahan peledak itu saat pria 31 tahun ini hendak memasukan besi tua kedalam kontainer. Temuan benda berbahaya ini sontak mengagetkan dirinya bersama sejumlah rekan kerja.
Demi keamanan, Yusuf berinisiatif membawa bahan peledak itu di ruangan terbuka. Mortir diletakan di kawasan kosong yang terhimpit sejumlah kontainer.
“Kami langsung laporkan penemuan ini ke polisi,” kata Yusuf kepada Pamanawanews.com tak jauh dari lokasi keberadaan bom.
Yusuf mengaku jika bom itu berasal dari Pulau Seram. Meski begitu, kawasan asal peledak yang nampak berkarat itu tidak diketahui.
“Besi tua ini dari Seram. Lalu di bawa ke Ambon dan di tampung di Lateri,” ujar Yusuf.
Menurutnya, besi tua yang hendak di bawa ke Surabaya itu diperkirakan seberat 10-20 ton.
“Biasanya kalau sudah bisa memenuhi muatan kontainer baru di kirim,” cetusnya.
Pantauan Pamanawanews.com, bom berukuran sedang ini dibawa dari tempat penampungan besi tua menggunakan truk DE 8612 BU berwarna hijau.
Lokasi diletakannya mortir itu terlihat di amankan oleh garis polisi yang tiba sekitar pukul 11.00 WIT.
Kurang lebih satu jam, setelah penemuan itu, tim Jihandak Gegana Polda Maluku tiba di lokasi kejadian sekira pukul 12.30 WIT.
Kedatangan tim jihandak langsung mensterilkan kawasan keberadaan bom dengan radius kurang lebih 10 meter.
Mortir kemudian diangkat seorang petugas yang diletakan ke dalam tabung berwarna putih mirip pipa paralon.
Tabung berisi landak itu lalu dibungkus menggunakan sebuah alat pengaman berwarna merah. Setelah diamankan, bom lantas di bawa ke markas Brimob Polda Maluku untuk di urai.
Kepala Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS), AKP. Roni Ferdi Manawan mengatakan, bom yang ditemukan warga merupakan standar militer. 
“Kita akan panggil pihak profesional seperti Brimob atau Gegana untuk dipastikan,” kata Roni kepada awak media.
Kendati menunggu tim penjinak bom dari satuan Gegana Polda Maluku, lulusan satuan Brimob ini memastikan mortir yang ditemukan merupakan peninggalan perang dunia ke 2.
“Secara kasat mata, ini (Bom) peninggalan perang dunia ke dua,” ujarnya.
Semestinya, tambah Roni, bom itu harus di ketahui saat masuk di tempat penampungan sebelum di kirim. 
“Harusnya pengepul mensortir dulu saat berada di Lateri (lokasi penampungan). Atau bisa jadi masyarakat awam tidak mengetahui kalau benda itu (bom) sangat berbahaya,” terangnya.
Lebih lanjut, Roni mengungkapkan jika bom yang ditemukan itu dapat melulu lantahkan pasukan sebanyak 1 pelaton.
“Bom ini masih aktif. Daya ledaknya bisa menghancurkan 1 pelaton,” tandasnya. (PN-07)

Berita terkait