iklan-banner-01
iklan-banner-02

Warga Hualoy Meregang Nyawa Diduga Ulah PLN

IST
PAMANAWANews, AMBON- Kadir Lussy, warga Hualoy, telah memohon berulang kali agar jaringan listrik rumahnya yang diputus PLN dapat disambung kembali. Ia berjanji melunasi hutangnya Rp1,4 Juta. Tapi PLN tak peduli, hingga pria 60 tahun ini meninggal dunia, Kamis (30/11/2017).
Almarhum yang bermukim di Kawasan RT 02 Negeri Hualoy Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), ini meregang nyawa karena diduga terserang penyakit jantung.

Peristiwa itu membuat warga Hualoy marah besar. 4 petugas PLN yang melakukan pemutusan listrik menjadi sasaran amukan warga. Beruntung, nyawa mereka selamat setelah berhasil diamankan di salah satu rumah warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun PamanawaNews.com dari sumber terpercaya mengatakan, insiden itu berawal ketika petugas penindakan lapangan PT. Perusahan Listrik Negara (PLN) melakukan penertiban aliran listrik di Desa Hualoy, Kamis (30/11/2017), sekira pukul 15.40 WIT.

Satu per satu rumah warga yang belum melunasi tunggakan pembayaran listrik didatangi. Pukul 16.20 WIT, 4 petugas PLN ini mencabut box meteran milik Almarhum. Tunggakan yang belum dibayar Almarhum diketahui kurang lebih 27 Bulan dengan total Rp1.400.000.

"Setelah dilakukan pemutusan oleh Petugas PLN, kemudian Bpk Kadir Lussy  meminta kpd Petugas agar di pasang Kembali Box Meteran yg  di putus dan akan di bayar sisa tunggakan sesuai dengan yang tertera di Kwitansi," ungkap Sumber anonim ini kepada PamanawaNews, Jumat (1/12/2017).

Permohonan Korban kepada petugas PLN tidak diindahkan. Mereka enggan memasang box meteran milik korban yang sudah diputus.

"Bpk Kadir Lussy mengejar petugas PLN sambil meminta/memohon untuk dilakukan pemasangan Box Meteran yang telah mereka putus,namun petugas PLN tetap tidak mau," jelasnya.

Karena PLN tetap pada pendirian, korban kemudian menjadi emosi. Almarhum yang ditengarai tak mampu menahan dan mengendalikan amarah, membuatnya terjatuh dan langsung tutup usia.

"Akibat dari kejadian tersebut, masyarakat desa Hualoy marah kepada petugas PLN yang melakukan pemutusan aliran, dan terjadi Konsentrasi massa. Warga mengejar petugas PLN namun mereka diamankan oleh  salah satu warga desa Hualoy," tandasnya.

Kapolres SBB AKBP. Agus Setiyono yang di konfirmasi PamanawaNews.com membenarkan adanya peristiwa itu. Ia mengatakan, 4 petugas PLN yang berhasil diamankan warga Hualoy dari amukan massa setempat, berhasil diselamatkan aparat keamanan. "Sudah (petugas PLN berhasil selamat)," ungkap Kapolres.

Menurutnya, 4 petugas PLN berhasil diselamatkan, Jumat (1/12/2017), setelah sempat diamankan di salah satu rumah warga Hualoy. Kini, mereka dalam perjalanan menuju Markas Polres SBB.

"Tadi diambil pukul 9.15 WIT. Sekarang menuju Polres SBB. Kondisi dalam keadaan baik," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Rayon Piru belum berhasil di hubungi PamanawaNews.com. (PN-07)

Berita terkait