iklan-banner-01
iklan-banner-02

Soal Dugaan Pemotongan ADD, Bupati SBB Diperiksa 3 Jam

PAMANAWANews, PIRU- Bupati Seram Bagian Barat (SBB), M. Yasin Payapo diperiksa penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres SBB selama kurang lebih 3 jam, sejak pukul 13.30 WIT, Senin (14/5/2018).
Sumber Foto: Istimewa

Payapo diperiksa terkait dugaan penyelewengan kebijakan. Ia diduga memotong Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar 1,5 persen. ADD dipotong setelah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) nomor 412.2 437.

Sebanyak 20 pertanyaan dicecar penyidik seputar kasus pemotongan ADD yang diduga telah menyalahi aturan.

"Iya benar. Kami tadi periksa Bupati SBB," kata Kasat Reskrim IPTU Richard W Hahury kepada wartawan.

Pemeriksaan terhadap Bupati dilakukan terkait pemotongan ADD yang dilakukan terhadap 92 Desa di SBB.

"Dalam pemeriksaan  tersebut Bupati dicecar 20 pertanyaan dan dijawab semua, serta dirinya membantah adanya pemotongan ADD 1,5 persen untuk pesparawi," terangnya.

Selain Bupati, mantan Kapolsek Leihitu Barat ini mengaku di hari yang sama pihaknya memeriksa 13 Raja dan Kepala Desa.

"Hari ini juga kami memeriksa 14 Kepala desa/ Raja tetapi yang hadir hanyalah 13 orang. Satu tidak hadir yaitu Raja Kairatu," ungkapnya.

Pemeriksaan terhadap belasan Kades dan Raja di jawab bervariasi. "Ada yang tahu pemotongan ADD dan ada yang tidak tahu," terangnya.

Kasus ini, lanjut Hahury, akan terus didalami. Jika nantinya terbukti adanya penyalahgunaan wewenang, pihaknya tidak segan-segan menindak secara tegas sesuai mekanisme yang berlaku.

"Untuk proses lebih lanjut kami dari Penyidik akan mendalami dulu masalah ini. Jika ada indikasi kami akan panggil kembali Bupati. Toh itu terbukti pemotongan maka akan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku," tegasnya. (PN-09)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02