iklan-banner-01
iklan-banner-02

Polres Aru Gagalkan Penyelundupan 28 Ekor Cendrawasih

Press Compress penangkapan penyelundupan 28 ekor Burung Cendrawasih yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Maluku.
PAMANAWANews, AMBON- Sebanyak 28 ekor burung Cendrawasih asal Provinsi Maluku yang sudah diawetkan dan akan diselundupkan ke luar daerah berhasil digagalkan Polres Kepulauan Aru. Tiga pelaku penyelundupan telah dijebloskan ke penjara.

Tiga tersangka yang dijerat Pasal 40 ayat 2 junto Pasal 21 ayat 2 Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya ini adalah Margaretha Rerebain (29), Merry Tandra (64), dan Go Marnex Goliat (60). Ketiganya dibekuk di Dobo, Kepulauan Aru tanggal 6 dan 9 Agustus lalu.

Direktur Krimsus Polda Maluku Kombes Pol. Firman Nainggolan yang didampingi Kapolres Kepulauan Aru AKBP. A. Bormasa mengungkapkan, bisnis terlarang yang dilakoni tiga tersangka sudah berlangsung sejak tahun 2013. Hingga kini, sebanyak 500 ekor Cendrawasih yang habitatnya berada di Kepulauan Aru berhasil dijual.

Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap Margaretha. Warga Jalan Ali Murtopo RT 007 RW 002 Kecamatan Siwalima Kabupaten Kepulauan Aru itu ditangkap setelah mempromosikan bisnisnya melalui akun Facebook, pada 4 Agustus lalu.

"Kami ketahui setelah MR memposting bisnisnya di akunnya bernama DT Rerebain. Kasus ini kemudian viral. Hari Kamis, kami dari Krimsus dan Polres menyelidiki profil facebooknya. Alamat tersangka lalu diketahui berada di Dobo. Satreskrim Polres Aru lalu mengamankan yang bersangkutan," kata Nainggolan kepada wartawan di Lapangan Letkol CHR Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Senin (13/8/2018).

Diamankan menuju Polres Aru, Margaretha mengelak. Ia mengaku jika postingannya di facebook hanya iseng belaka. Tidak percaya pengakuan tersangka, Satreskrim Polres Aru melakukan penggeledahan di rumahnya.

"Rumah tersangka digeledah dan ditemukan barang bukti burung Cendrawasih yang sudah diawetkan tersimpan di dalam kamar MR tepat dibawah tempat tidur. Ada 28 ekor Cendrawasih ditemukan sudah mati dan diawetkan," ucap Nainggolan.

Diringkus, Margaretha akhirnya mengaku jika burung Cendrawasih dibeli dari Merry Tandra dan Go Marnex Goliatdua. Keduanya kemudian berhasil diringkus pada 9 Agustus lalu.

"Tersangka MR membeli 10 ekor Cendrawasih dari MT. Kemudian 18 ekor lainnya dibeli GM. Jadi seluruhnya berjumlah 28 ekor," ujarnya.

Satwa langkah yang dilindungi oleh Negara ini dijual secara tertutup dan diketahui memiliki jaringan.

"Dari hasil pengembangan kami di Ditreskrimsus, ini merupakan jaringan. Tersangka GM sudah menjalankan bisnisnya dari tahun 2013. Saksi karyawan yang bersangkutan mengatakan bahwa sampai sekarang diperkirakan sudah 500 ekor lebih terjual," terangnya.

Jalur yang dipakai menjalankan bisnis ilegal itu diketahui dari Dobo ke Saumlaki. Penyidik saat ini masih melakukan pengembangan terhadap pengiriman menggunakan kapal laut.

"Tiga tersangka dijerat Pasal 40 ayat 2 junto Pasal 21 ayat 2, Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," ungkapnya. (PN-09)

Berita terkait