iklan-banner-01
iklan-banner-02

Polisi dan Jurnalis SBB Tolak Berita Hoax

PAMANAWANews, PIRU- Kepolisian Resort (Polres) Seram Bagian Barat (SBB), dan para Jurnalis dari organisasi PWI dan IPJI, menolak keras berita Hoax alias kabar bohong, ujaran kebencian dan anti SARA.
Polres dan Jurnalis SBB deklarasi penolakan berita hoax yang berlangsung di Tugu Tani, Piru, Kabupaten SBB, Kamis (15/3/2018).

Penolakan yang diramu dalam kegiatan deklarasi bersama itu berlangsung di Tugu Ina Ama, Piru, Kabupaten SBB, Provinsi Maluku, Kamis (15/3/2018).

"Kami menolak dengan keras berita hoax, ujaran kebencian dan anti SARA di wilayah Kabupaten SBB. Kami mendukung Polri dalam mengusut tuntas pelaku penyebaran berita hoax, ujaran kebencian dan anti SARA yang mengancam keutuhan NKRI. NKRI harga mati." Demikian bunyi dari isi deklarasi anti hoax yang dikumandankan kalangan jurnalis yang bertugas di SBB.

Hadir dalam deklarasi itu Kabid Humas Polres SBB, AKP. N. Tahapari, Kasat Intelkam, Iptu Marthen Wenno, Plt. Ketua PWI SBB, Andreas Uniana,  Ketua IPJI Maluku, Jacobus Heatubun, dan sejumlah jurnalis di SBB.

Kasat Intelkam Polres SBB, Iptu Marthen Wenno mengatakan, deklarasi anti hoax yang dilakukan bersama awak media ini merupakan intruksi pimpinan untuk menangkap berita bohong yang tersebar di media sosial. 

Pihak kepolisian, kata Marthen, akan mengcover,  melaksanakan, dan mengantisipasi semua pemberitaan bohong yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Sudah tiga hari ini kami melaksanakan kegiatan sosialisasi menangkal berita bohong, khususnya di wilayah SBB. Harapan kami apabila masyarakat mendapati berita-berita bohong atau hoax,  segera melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian, baik pada tingkat Polres ataupun Polsek," jelasnya.

Ia meminta masyarakat, jika membaca berita hoax, agar tidak langsung dibagikan atau diteruskan, sebelum ditelaah terlebih dahulu kebenaran berita tersebut. Sebab, orang yang ikut-ikutan menyebarkan atau meneruskan berita tersebut, akan tetap dikenai sanksi berdasarkan Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Masyarakat diminta mematuhi aturan hukum yang berlaku. Dan kegiatan ini berlangsung di seluruh Indonesia dan dipantau langsung dari Mabes Polri, yang diturunkan ke Polda dan ke Polres untuk melakukan deklarasi memerangi berita Hoax," pungkasnya.

Sementara Plt. Ketua PWI SBB, Andreas Uniana  berharap kepada masyarakat yang menemui berita-berita hoax, agar segera melaporkan kepada Polres SBB.

"Bagi teman-teman wartawan semua, hal ini juga menjadi tanggungjawab kita bersama agar tidak memberitakan hoax dan kita menangkalnya. Mari kita melihat ini secara kebersamaan dan tidak ada hal yang lebih menonjol dan membangun sinergitas dengan tugas-tugas kepolisian," pungkasnya. (PN-20)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02