iklan-banner-01
iklan-banner-02

Polda Maluku Temukan 80 Kaleng Sianida Ilegal

Polda Maluku amankan Sianida ilegal di Namlea.
PAMANAWANews, AMBON- Kepolisian Daerah (Polda) Maluku berhasil mengungkap peredaran ilegal Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) jenis Sianida di Namlea, Kabupaten Buru, Maluku. Sedikitnya, 80 kaleng bahan kimia sangat mematikan ini telah diamankan, Kamis (6/9/2018).

Puluhan kaleng Sianida berukuran masing-masing 50 kilogram ini ditemukan sekira pukul 16.30 WIT di dalam sebuah Peti Kemas (Kontener) yang berada di Dermaga Pelabuhan Namlea. Tak hanya Sianida, polisi juga mengamankan 4 karung Borax dan 196 karung Karbon.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat mengungkapkan, 3 jenis barang yang diduga mengandung B3 (Sianida, Borax dan Karbon) ini tidak dilengkapi dengan dokumen perijinan. Ratusan bahan kimia yang dipasok untuk penyulingan emas di tambang Gunung Botak itu diangkut menggunakan Kapal Pelni KM. Doloronda.

"Bahan kimia berbahaya ini tidak memiliki dokumen sama sekali. Manivest pengiriman dari Tanjuk Priuk menggunakan Peti Kemas dengan nomor seri SBNU 200742.9.22G1 dengan keterangan barang campuran," kata Ohoirat kepada wartawan.

Terungkapnya bahan kimia yang telah meresahkan warga sekitar tambang emas Gunung Botak ini setelah tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku melakukan penyelidikan sejak 23 Agustus 2018 lalu.

"Berdasarkan informasi bahwa ada pengangkutan bahan B3 melalui Kapal PELNI KM Doloronda di Pelabuhan Namlea. Tim penyidik kemudian melakukan penyelidikan dan akhirnya menemukannya kemarin (Kamis)," jelasnya.

Hingga kini, sebanyak 6 orang saksi telah dimintai keterangannya untuk mengusut siapa orang yang paling bertanggungjawab.

"Dari kasus dugaan tersebut melanggar Pasal 23 jo Pasal 1 ayat 3,4,5 UU RI No. 9 Tahun 2008 Bahan Kimia dan/atau Pasal 106 jo Pasal 35 ayat 1 huruf d UU No.7 Tahun 2014 tentang Perdagangan," tandasnya. (PN-07)

Berita terkait

Berita Populer