iklan-banner-01
iklan-banner-02

Polda Maluku Bekuk Empat Orang PETI

Tempat pengolahan emas di Desa Debowae Kabupaten Buru.
PAMANAWANews, AMBON- Empat orang Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, kembali diringkus aparat Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, Kamis (4/4/2019).

Mereka ditemukan sedang melakukan pengolahan dan pemurnian emas menggunakan tromol di rumah Saiful Tawami, Desa Debowae Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, sekira pukul 14.00 WIT.

Keempat PETI yang kini telah diamankan di Markas Polres Pulau Buru adalah pemilik tromol Saipul Tawami (33), beserta tiga pekerja tambang yaitu Dede Kusmawan (37), Ateng (40), dan Adun Aderor (34).

Kini, siapa pemodal, penampung emas dan penyedia bahan beracun dan berbahaya (B3) jenis merkuri yang dipakai mengolah emas sedang dalam pengembangan.

“Mereka ditemukan dari hasil penyelidikan tim Dit Reskrimsus dan Polres Buru atas informasi masyarakat bahwa ada sekelompok pemuda yang mencoba-coba melakukan aktivitas PETI,” kata Direktur Krimsus Polda Maluku Kombes Pol Firman Nainggolan, Jumat (5/4/2019).

Sekelompok pemuda itu, kata Nainggolan, mengolah emas setelah mengambil material secara diam-diam di bekas galian tambang Gunung Botak yang kini telah ditutup.

“Dari hasil pemeriksaan, para pelaku melakukan kegiatannya secara diam-diam dengan memanfaatkan situasi di lokasi eks PETI Gunung Botak,” terangnya.

Selain mengamankan empat orang PETI, Nainggolan mengaku pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan untuk memurnikan emas.

“Barang bukti yang diamankan terdiri dari  6 buah tromol, 18 buah peluru tromol, dan 7 buah fanbelt masing masing 6 buah fanbelt tromol dan 1 buah fanbelt mesin dinamo, 1 buah tabung bakar emas, 1 buah pompa injak pembakar emas, 1 buah roda pemutar tromol, dan 1 buah dinamo.” 

“1 karung ampas material, mercury kurang lebih 2 ons, 1 buah selang panjang kurang, lebih 10 M, 1 buah kabel panjang kurang lebih 5 M, 1 buah seruni, 3 buah HP masing-masing 1 buah merk Vivo, 1 buah merk Nokia dan 1 buah merk Advan,” ungkap Nainggolan.

Pasca dibekuknya para pelaku yang mencoba memanfaatkan situasi penutupan area tambang emas, personil Brimob yang melaksanakan pengamanan tetap di sekitar Gunung Botak langsung merespon dengan meningkatkan pengawasan dan patroli di sekitar lima Pos PAM.

“Para pelaku sementara masih diperiksa untuk mengungkap pemodal, penampung emas dan penyedia merkuri. Saat ini tiga orang saksi sudah kami periksa,” ujarnya.

Nainggolan menegaskan, sesuai perintah Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, pihaknya tidak akan pernah mentolerir setiap upaya masyarakat yang mau mencoba melakukan PETI di Gunung Botak dan sekitarnya.

“Siapapun yang melakukan PETI termasuk oknum polisi sekalipun apabila ditemukan akan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya. (PN9)

Berita terkait