iklan-banner-01
iklan-banner-02

Pengusutan Kasus Korupsi WFC Buru Terus Bergulir

Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Jalan Sultan Khairun Kota Ambon. /Pamanawa News
PAMANAWANews, AMBON – Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pembangunan reklamasi pantai (Water Front City) terus bergulir di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Proyek water front city berupa pembangunan talud sepanjang 100 meter lebih, tahap pertama dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp8 miliar, dan tahap kedua sebesar Rp5 miliar. Sialnya, proyek tidak tuntas alias mangkrak.

Proyek tahun 2015-2016 diduga telah merugikan negara sebesar Rp1,7 miliar. Nilai kerugian negara ini ditemukan saat tim ahli Politeknik Negeri Ambon memeriksa fisik proyek WFC, pada 26 September 2017. Dari hasil perhitungan ahli diserahkan kepada BPK untuk audit kerugian negara secara leng­kap.

Kejanggalan ditemukan dalam pemeriksaan fisik proyek, terjadi kekurangan volume pekerjaan pada 134 buah tiang pancang, yang tidak logis alias sarat rekayasa. Empat orang telah ditetapkan Korps Adhyaksa Maluku sebagai tersangka.

Masing-masing, Sahran Umasugi (anggota DPRD Kabupaten Buru dari Fraksi Golkar Sahran Umasugi), Sri Juriyanti selaku Pejabat pembuat Komitmen (PPK), dan Muhammad Ridwan Pattylouw selaku konsultan pengawas dan Muhammad Duwila alias Memet, kuasa PT Aego Media Pratama.

Empat tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan WFC di Kota Namlea Kabupaten Buru, melalui ekspos perkara yang dilaku