iklan-banner-01
iklan-banner-02

NN Diduga Lepas Kepala Irma, Tebas Balita dan Saksi Mata

Sumber Foto WEB
PAMANAWAnews, AMBON- Pelaku pembunuhan sadis di Desa Wailikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, Sabtu (2/2) petang kemarin, akhirnya diketahui. Pria yang sempat misterius itu diduga adalah NN (37). Dia ditangkap Minggu (3/2), sekira pukul 15.45 WIT.

NN membunuh tiga orang hingga meregang nyawa secara mengenaskan. Diantaranya IS alias Irma (37), FP (7) dan seorang balita 1 tahun.

"Pelaku diduga berinisial NN berusia 37 tahun. Dia sudah ditangkap polisi," kata Sumber yang enggan menggunakan identitasnya kepada pamanawanews.com tadi malam.

Pelaku diduga tidak memiliki hati nurani. Dia nekat menghabisi tiga orang, yang tak lain masih kerabat dekatnya dan tinggal satu atap. Dia pertama kali membunuh Irma. Kepala Irma dibacok hingga terlepas dari anggota tubuhnya.

Usai merampas nyawa Irma, pelaku kembali menebas belakang seorang balita 1 tahun, anak dari Au Nurlatu, diduga saudaranya sendiri.

Saat akan meninggalkan rumah pembantaian, pelaku melihat FP. Siswa kelas 1 SD ini sedang duduk di rumahnya atau sekitar 10 meter berada di depan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Diduga tak ingin aksinya diketahui orang lain, pelaku menghampiri anak malang itu, dan langsung menebas wajahnya dua kali menggunakan senjata tajam (Parang).

Ketiga warga Wailikut ini semuanya tewas bersimbah darah dengan kondisi yang sangat mengenaskan di TKP.

"Pelaku membunuh Irma. Kemudian membacok seorang bocah berusia 1 tahun. Setelah itu dia menebas FP menggunakan parang. FP adalah anak dari tetangganya," kata Ipda Dede Syamsi Rifai, Kasubbag Humas Polres Buru, kepada pamanawanews.com.

Meski sudah ditangkap, namun Dede mengaku belum mengetahui pasti identitas pelaku. Kini, pelaku masih dalam perjalanan menuju markas Polres Pulau Buru di Kota Namlea, Kabupaten Buru.

"Pelaku benar sudah ditangkap. Tapi identitasnya belum saya ketahui. Saat ini masih menunggu data dari anggota di lapangan," terangnya.

Motif dibalik pembunuhan keji itu, tambah Dede, juga belum diketahuinya.

"Nanti kalau sudah dapat data dari penyidik baru saya sampaikan kepada rekan-rekan," terangnya.

Sekedar tahu, Irma, korban pembunuhan merupakan istri pertama dari almarhum Alim alias Istiar Nurlatu (60). Alim juga dibunuh di rumah yang sama pada 28 Oktober 2018.

Alim dibantai secara sadis. Kepalanya dilepas dan dibuang ke sungai. Pelakunya adalah Siliwai Nurlatu (38) dan istri kedua almarhum yakni Nela Latbual.

Motif dibalik pembunuhan Alim adalah perselingkuhan. Keduanya memiliki hubungan spesial atau berpacaran alias berselingkuh. Karena takut hubungan mereka diketahui sang suami, keduanya menyusun rencana jahat.

Kala itu, Nela membuka jendela kamar disaat melihat suaminya tertidur pulas. Sekira pukul 03.00 WIT, Siliwai masuk dan langsung melepas kepalanya. Siliwai dan Nela kini telah diamankan di rumah tahanan Kejaksaan Negeri Namlea. Mereka belum disidang.

"Apakah pembunuhan ini ada kaitannya dengan kasus pertama, saya belum tahu. Intinya, kasus yang terjadi saat ini masih dalam penyelidikan," tambah Dede. (PN9)

Berita terkait