iklan-banner-01
iklan-banner-02

Mahasiswa Maluku Serukan Perdamaian Orang Basudara

Aksi damai di Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon.
PAMANAWAnews, AMBON- Aliansi Mahasiswa Gerakan Rakyat Maluku (GRM) turun jalan, menyerukan masyarakat untuk tetap menjaga serta merawat perdamaian dan kerukunan antar sesama Orang Basudara (bersaudara) di Provinsi Maluku.

Aksi damai itu dilakukan, karena beberapa hari lalu, terjadi polemik terkait hubungan Panas Pela dan Gandong (Ikatan Persaudaraan antar SARA) yang sempat meresahkan masyarakat.

Aksi kemanusian serta penggalangan dukungan melalui tanda tangan di atas spanduk berwarna putih ini berlangsung di dua tempat berbeda, yakni di Kawasan Gong Perdamaian dan Perempatan Jalan, Depan Masjid Raya Alfatah, Kota Ambon, Maluku, Kamis (13/12/2018).

Syawal Tamher, koordinator aksi GRM, menegaskan, perdamaian yang terjadi selama ini berkat adanya kesadaran semua komponen masyarakat Maluku.

Olehnya itu, Dia mengajak masyarakat agar menghargai keharmonisan yang sudah dibangun Orang Basudara selama ini.

GRM juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan hidup, yang sudah terbina dengan baik.

"Mari kita bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai Pluralisme (perbedaan), dan menolak berita hoax, karena dapat merusak kehidupan kerukunan Orang Basudara," tegasnya.

Para mahasiswa juga menolak secara tegas adanya tindakan yang dapat memancing konflik. Juga menolak adanya tendensi-tendensi politik yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

Isu politik yang mengarah ke SARA, bagi GRM, dapat menghancurkan tatanan kehidupan umat beragama, dan bisa melahirkan hal-hal yang mengarah kepada ujaran kebencian.

Selain menolak adanya tindakan intoleransi, GRM juga mendesak Pemerintah Provinsi Maluku agar dapat mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat kerukunan hidup umat beragama.

"Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat Pela Gandong sebagai budaya orang Maluku," tandasnya. (PN9)

Berita terkait