iklan-banner-01
iklan-banner-02

Kasubag Hukum KPU RI Tewas di Kamar 801 Swissbell Hotel

Jenazah Almarhum Kasubag Hukum PUU KPU RI, Hafidz Aam Rudiyono saat di Rumah Sakit Tentara Dr. Latumeten Kota Ambon, Maluku, Sabtu, (16/12/2017). /PamanawaNews.com
PAMANAWANews, AMBON - Pegawai Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Hafidz Aam Rudiyono (56 Tahun) meninggal dunia, sekira pukul 05.00 WIT, di Swissbell Hotel Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Sabtu, (16/12/2017).

Kasubag Hukum PUU KPU RI ini, ditemukan tewas  di kamar No. 801 Swissbell Hotel  Jalan Benteng Kapahaha Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku, tempat dimana korban menginap.

Warga Perum Korpri Blok AIB - 11 RT 002 RW 009 Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah ini, dikabarkan menginap pada kamar No 801 Swissbel Hotel Kota Ambon, dalam keadaan tertidur menggunakan celana pendek warna biru tua bintik-bintik pink dan baju kaos oblong warna biru bertuliskan "Wow Bali Keren".

Dari laporan polisi yang diperoleh pamanawanews.com menerangkan, almarhum Hafidz Aam Rudiyono ditemukan sudah meregang nyawa dalam posisi sedang tidur di kamar No. 801 Swissbell Hotel, kondiai tubuh telentang.

Kabar meninggal dunianya Kasubag Hukum PUU KPU RI ini, dilaporkan oleh Security Swissbell Hotel ke Polsek Sirimau Kota Ambon.

Setelah menerima infornasi tersebut, petugas Polsek Sirimau bersama Security Hotel langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara, Swissbell Hotel, Jalan Benteng Kapahaha Kota Ambon pukul 05.58 WIT, langsung mengecek keadaan korban dan melakukan pengamanan TKP serta meminta keterangan dari saksi.

Di kamar 801, Polisi menemukan obat-obatan milik korban. Diantaranya, Sanbe 5000, Alat Pengecek Gula Darah, Novomix 30 Flex Pen (obat suntik penurun gula darah), Salep Kulit Genoint, Jamsi O2HbA1c Mahkota Dewa, Jamtik Mahkota Dewa, Jamcho Mahkota Dewa.

Pada pukul 06.52 WIT, Jenazah korban dibawa dari Swissbell Hotel ke Rumah Sakit Tentara Dr. Latumeten dengan menggunakan Mobil Ambulance milik RS. Sumber Hidup, dikawal Anggota Polsek Sirimau.

Jenazah korban tiba di RST Ambon pada pukul 07.03 WIT, langsung dibawa masuk ke Kamar Jenazah untuk dimandikan.

Kronologis kejadian berdasarkan keterangan saksi, teman sekamar korban dalam hal ini, Christian Totonafo Zai (31 Tahun), juga Pegawai KPU RI, warga Palem Raya RT 001 RW 008 Kelurahan, Petukangan Utara Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan menjelaskan, rombongan KPU RI datang ke Kota Ambon dalam rangka Dinas Pembahasan Verifikasi Faktual Partai Politik di Kantor KPU Provinsi Maluku. 

Rombongan KPU RI berjumlah 4 orang diantaranya Ilham Saputra, Komisioner KPU RI,  Retno Kusumastuti, Staf Komisioner KPU RI, Hafidz Aam Rudiyono, SE, M.Si, Kasubag Hukum PUU KPU RI (korban) dan Christian Totonafo Zai (saksi).

Rombongan KPU RI menggunakan pesawat Garuda GA 640 dari Jakarta tiba di Bandara Internasional Pattimura, Laha, Kota Ambon, Jumat (15/12/2017) sekira pukul 08.34 WIT, selanjutnya check in di Swissbell Hotel Ambon, sekitar pukul 09.30 WIT.

Kemudian korban dan saksi menginap di kamar No. 801. Sedangkan Ilham Saputra, Komisioner KPU RI di Kamar No 508 dan Retno Kusumastuti, Staf Komisioner KPU RI di Kamar No 811.

Sekitar Pukul 16.00 WIT, menurut saksi, rombongan KPU RI menuju Kantor KPU Provinsi Maluku kawasan Tantui Batumerah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, dalam rangka dinas pembahasan verifikasi faktual partai politik.

Setelah itu, mereka kembali ke Swissbell Hotel pada Pukul 18.30 WIT untuk beristrahat.

Pada pukul 20.59 WIT, korban bersama rombongan KPU Provinsi Maluku keluar dari Swissbell Hotel untuk jamuan makan malam di Lateri Beach Kecamatan Baguala. Posisi saat itu, korban memesan makanan Ikan Tuna. 

Usai jamuan makan malam, rombogan kembali ke Swissbell Hotel pada pukul 22.00 WIT. Korban dan saksi kemudian masuk ke kamar No.801 untuk beristirahat.

"Setelah di dalam kamar, saya (saksi) masih sempat ngobrol sambil nonton TV. Selanjutnya, saya ingin tidur duluan dan mengatakan kepada almarhum bahwa apakah TV dan lampunya ingin dimatikan, kemudian saya mematikan lampu di kamar, dan hanya menyalakan lampu di kamar mandi dan lemari," ujar saksi Christian Totonafo Zai, mengulas kronologis sebelum meninggal dunianya Hafidz Aam Rudiyono kepada petugas Polsek Sirimau wilayah Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Sabtu (16/12/2017).

Pada Pukul 05.00 WIT, saksi terbangun karena kakinya merasa keram kesemutan, kemudian  melihat ke arah tempat tidur korban, namun korban tidak bergerak. 

"Saya kemudian menyalakan lampu kamar dan mencoba membangunkan korban. Namun, korban tidak merespon. Melihat hal tersebut, saya langsung keluar kamar dan melaporkan kejadian tersebut kepada resepsionis dan Security Swissbell Hotel," terang saksi. 

Pada pukul 05.30 WIT, salah satu  dokter dan satu orang perawat dari Rumah Sakit Sumber Hidup Kota Ambon, datang memeriksa jasad korban, dan menyatakan korban sudah meninggal dunia sekitar 1 jam yang lalu. Pada jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Sesuai hasil pemeriksaan dokter menerangkan, bahwa kematian korban akibat naiknya Gula Darah sehingga memicu serangan jantung.

Sementara keterangan Komisioner KPU RI, Ilham Saputra (saksi), menjelaskan bahwa korban mempunyai penyakit Vestula (benjolan di daerah dubur), serta memiliki riwayat penyakit Gula Darah.

Pihak Staf Komisioner KPU telah menghubungi anak korban di Jakarta, kawasan Rumah Dinas KPU RI dan selanjutnya anak korban menghubungi keluarganya di Semarang. Pihak keluarga korban sudah menerima dan mengikhlaskan kematian almarhum serta meminta kepada rombongan Komisioner KPU RI, agar secepatnya dapat mengurus dan mengirimkan jenazah Almarhum ke Keluarga di Kota Semarang.

Hingga berita ini dipublish pamanawanews.com, jenazah almarhum telah diberangkatkan melalui Bandara Internasional Pattimura Ambon pada pukul 11.00 WIT menuju Kota Semarang, dengan menggunakan Pesawat Batik Air. (PN-13/PN-07/PN-11).

Berita terkait