iklan-banner-01
iklan-banner-02

Kapolres Aru Bantah Ada Illegal Logging

Sumber Foto: IST
PAMANAWANews, AMBON- Kasus dugaan illegal logging di tanah adat Djamona Raa Desa Rebi, hingga membuat masyarakat setempat terpaksa mengamankan kayu hasil pembalakan liar milik CV. Cendrawasi, dibantah oleh Kapolres Aru AKBP. Adolf Bormasa.
Dihubungi Pamanawanews.com, Selasa (7/11/2017), orang nomor satu di Polres Aru ini mengelak. Sebab, menurut Bormasa, pihak perusahaan memiliki ijin HPH. Padahal, ijin HPH yang dimaksudkan hanyalah pada wilayah Desa Lutur, Kampung tetangga dari Desa Rebi.

Meski begitu, perwira dua melati di pundaknya ini tetap menyalahkan Pemerintah Desa Rebi yang main hakim sendiri. Beliau menyesalkan tindakan Pemerintah Desa yang tidak melaporkan adanya penebangan di hutan adat mereka.

“Negara ini negara hukum. Kenapa mereka tidak melaporkan untuk ditangani pihak kepolisian, tapi bertindak sendiri,” ungkapnya.

Disinggung mengenai adanya laporan balik dari masyarakat setempat, Bormasa mengaku masih dalam proses penyelidikan.

“Yang jelas kasus ini masih kita selidiki,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Aru diduga membela pengusaha CV. Cendrawasi yang diduga melakukan penebangan kayu ilegal di hutan adat Djamona Raa, Desa Rebi Kecamatan Aru Selatan Kabupaten Aru.
Pasalnya, masyarakat adat Desa Rebi yang berhasil mengamankan kayu milik CV. Cendrawasi, hasil pembalakan liar di hutan Djamona Raa, justru di tuding sebagai pelaku pencurian. Sebaliknya, laporan balik terhadap CV. Cendrawasi dengan tuduhan kasus ilegal loging, terkesan cuek dan tidak dihiraukan oleh Polres Aru.

Karena diduga ada pembelaan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Maluku mendesak Kapolda Maluku, Irjen Pol. Deden Juhara, agar dapat turun tangan, melihat persoalan terkait kasus ilegal loging ini.

"Atas dugaan upaya pengabaian hak masyarakat adat Nata (Desa) Rebi Kecamatan Aru Selatan Utara Kabupaten Kepulauan Aru, AMAN Wilayah Maluku meminta Kapolda Maluku agar dapat menindak tegas pelaku ilegal loging yang terjadi di Kepulauan Aru.”

“Dengan tegas AMAN menolak segala bentuk upaya menyingkirkan masyarakat adat dari wilayah adatnya yang sudah ada jauh sebelum negara ini ada," kecam Ketua AMAN Wilayah Maluku Leny Patty dalam rilis yang diterima Pamanawanews.com, Senin (6/11/2017).

AMAN juga mendesak Polres Aru untuk menindaklanjuti laporan warga Desa Rebi atas dugaan perbuatan ilegal loging yang dilakukan CV. Cendrawasi. Polres Aru juga diminta untuk menghormati eksistensi masyarakat adat Rebi di Kepulauan Aru atas hutan adat Djamona Raa. (PN-08)

Berita terkait