iklan-banner-01
iklan-banner-02

Kapolda Utamakan Anak Maluku Jadi Anggota Polri

Penandatangan pakta integritas penerimaan Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama Polri 2019 di Gedung Islamic Center, Kota Ambon.
PAMANAWANews, AMBON- Proses tes seleksi penerimaan calon siswa anggota Taruna, Bintara dan Tamtama Polri Tahun 2019, dimulai pada 2 April 2019. Calon siswa yang bersekolah di Maluku, lebih diutamakan untuk diterima menjadi anggota Polri.

Demikian disampaikan Kepala Polda Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa dalam kegiatan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia pengawas, peserta dan orang tua seleksi penerimaan yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Kota Ambon, Jumat (29/3).

Tahun ini, kata orang nomor 1 Polri di Maluku ini, pihaknya akan menggunakan sistem kuota daerah. Ini dilakukan agar adanya rasa keadilan dari segi pendidikan. Sebab, menurutnya, sistem pendidikan di Indonesia selama ini berjalan tidak merata. Sehingga kualitas Sumber Daya Manusia antara Indonesia Timur dan Barat tidak seimbang. 

"Kita akan teliti dari ijasah. Mana yang sekolah disini. Karena level pendidikan tidak rata. Kita harus adil. Berbicara adil harus seperti itu. Misalnya orang Maluku tidak bisa tes di Papua, karena kualitas disini sedikit lebih bagus dibanding di sana," terangnya. 

Selain itu, khusus untuk Maluku, pihaknya juga akan berlakukan kuota daerah di setiap 11 Kabupaten/Kota. Hal itu agar keterwakilan dari masing-masing daerah dapat dipenuhi. 

"Jika setiap kabupaten Animo tinggi, maka kuota tinggi. Sehingga seluruh tumpah darah Maluku ada keterwakilan dari masing-masing daerah," jelasnya. 

Penerimaan anggota Polri menggunakan sistem Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (Betah). Olehnya itu para calon siswa dan orang tua agar tidak percaya dengan siapapun yang akan datang menawarkan bantuan untuk kelulusan menjadi anggota Polri. 

“Siapapun dia agar dicatat identitasnya dan laporkan ke panitia. Kita akan tindak tegas. Kalau ada yang menghubungi itu adalah penipuan dan harus diwaspadai,” tegas Kapolda.

Menurutnya, penerimaan anggota Polri menggunakan prinsip Betah akan menghasilkan Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama Polri yang baik dan bertanggung jawab. Selain itu, juga melahirkan SDM Polri yang mampu mengemban tugas-tugas Polri dan ahli dalam bidang tugasnya, bekerja dengan benar sebagai pemelihara kamtibmas, pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat. 

Anggota Polri, tambah Ketua Panda Polda Maluku ini, harus menjadi penegak hukum yang profesional modern dan terpercaya (Promoter). Karena itu, untuk mewujudkan proses seleksi yang baik, maka seluruh panitia, peserta yang telah diambil sumpah agar memegang teguh komitmen Betah, clear and clean dan senantiasa menjaga integritas sebagai anggota polri. 

“Jangan pernah mencoba melakukan penyimpangan, lakukan setiap tahapan dengan benar jujur dan objektif serta tidak melakukan KKN dalam proses seleksi,” harapnya. 

Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Nanang Kadarusman, mengaku animo masyarakat sebanyak 2.585 orang. Mereka mendaftar melalui sistem online. Hasil verifikasi yang dilakukan, tersisa 1.860 peserta. Hasil tes administrasi akan diumumkan pada 2 April 2019, sekira pukul 17.00 WIT. 

“Kuota untuk Polda Maluku sesuai DIPA, sebanyak 205. Setiap daerah di Maluku akan ada perwakilan sesuai animo masyarakat,” tandasnya. (PN9)

Berita terkait

Berita Populer