iklan-banner-01
iklan-banner-02

Kapolda Maluku Buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Perbatasan

Seorang siswa menangis memeluk ibunya saat upacara pembukaan pendidikan pembentukan Bintara Polri Perbatasan tahun 2018 di SPN Polda Maluku.
PAMANAWANews, AMBON- Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Inspektur Jenderal Polisi Andap Budhi Revianto, resmi membuka Pendidikan Pembentukan Siswa Bintara Polri Perbatasan tahun 2018.

Upacara pembukaan yang dipimpin langsung orang nomor 1 Polda Maluku ini dihelat di lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku, Kota Ambon, Selasa (7/8/2018).

SPN Polda Maluku sendiri akan menggodok, meramu, mendidik dan melatih sebanyak 188 siswa Bintara Perbatasan sebagai generasi penerus Polri dimasa yang akan datang. Pendidikan akan berlangsung selama 7 Bulan kedepan.

"Untuk Polda Maluku sendiri, yang dilantik disini, yang dibentuk disini ada 188 siswa," ungkap Kapolda Maluku kepada wartawan di sela acara pembukaan pendidikan dan pembentukan siswa Bintara tersebut.

Sejak awal pendaftaran, Kapolda mengatakan jika animo yang terdata sebanyak 1.745 orang. Namun setelah melalui berbagai tahapan seleksi, tersisa 199 orang.

Polda Maluku sendiri, tambah mantan Kapolda Sulawessi Tenggara ini, hanya memilik kuota sebanyak 188 orang.

"Jadi yang ikut pendidikan di Sulawessi Tenggara ada 3 orang dan untuk Polwan ada 8 orang di Jakarta. Disini ada 188 orang. Sehingga secara keseluruhan putra putri asal Maluku ada 199 orang," terangnya.

Ratusan siswa asal Maluku ini akan dilatih, dibina untuk menjadi generasi penerus Polri di masa mendatang. Mereka akan mendapatkan sejumlah mata pelajaran yang sudah ditetapkan Lemdiklat Polri.

"Karena kondisi geografis kita berada di wilayah perbatasan, ada beberapa mata pelajaran lain, salah satunya mengenai bahasa Inggris," ujarnya.

Terpisah, Kapolda dalam arahannya meminta 188 siswa Bintara Polri Perbatasan untuk dapat mengikuti pendidikan pembentukan dengan baik.

Hal yang paling utama dan harus diperhatikan para siswa adalah taat asas. Apa yang merupakan kewajiban, larangan, maupun countinus, baik dalam keadaan biasa maupun dalam keadaan luar biasa, agar dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

"Insya Allah jika rekan-rekan (para siswa) siap dan sanggup dengan baik seraya berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Pasti anda akan ketemu lagi, dilantik secara bersama-sama di lapangan ini. Tetap semangat dalam mengikuti pendidikan pembentukan, ikuti aturan main yang ada," harapnya.

Tak hanya siswa, Jenderal Bintang Dua ini juga secara tegas meminta lembaga SPN Polda Maluku sebagai pendidik dan pengasuh, untuk dapat melaksanakan amanat tertinggi pimpinan Polri yakni Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian.

"Kepada KSPN dan segenap lembaga pendidik dan pengasuh, amanat dari pimpinan tertinggi kita jelas. Beliau menitipkan agar para siswa dididik, dilatih dan dibina secara baik. Saya harapkan tidak ada penyimpangan. Selaku Kapolda saya tidak akan mentolelir segala bentuk penyimpangan," tegasnya.

Menurutnya, siswa Bintara saat ini merupakan aset Polri kedepan. Mereka akan mewarnai konfigurasi Polri di tengah masyarakat.

"Berikan contoh yang baik. Lead by the exampel. Sampaikan segala sesuatu sesuai dengan aturan. Mereka masih putih bersih. Jangan diajarkan, jangan diberikan satu pengetahuan yang salah karena itu akan terekam selamanya di kerangka berfikir mereka. Selamat melaksanakan pendidikan pembentukan. Semoga Allah SWT melindungi kita semua," pungkasnya.

Usai acara pembukaan, Kapolda Maluku mempersilahkan para orang tua siswa untuk menemui putranya yang akan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri Perbatasan selama 7 Bulan kedepan.

Sontak, ratusan orang tua yang semula duduk di tenda sebelah kanan, tumparuah menuju lapangan upacara. Mereka mencari putranya diantara 188 siswa yang berdiri sigap tanpa senyuman.

Tampak, mata para siswa diam diam melirik mencari ayah, ibu maupun sanak saudaranya diantara ratusan orang tua yang memadati lapangan upacara pembukaan.

Sikap tegas para siswa ini, tiba-tiba berubah menjadi haru saat berjumpa orang tuanya. Isak tangis pecah dalam pelukan kasih sayang antara seorang anak dan orang tuanya.

Tangisan yang tak mampu ditahan ini bukan karena iba, tapi bahagia melihat putranya mampu membanggakan mereka.

"Beta manangis karena beta jua seng sangka kalau dia (anaknya) bisa sampai disini," kata seorang Nenek usai menangis bersama putranya. (PN-07)

Berita terkait