iklan-banner-01
iklan-banner-02

IMM: PT Nusa Ina - Dishut Lakukan Kejahatan Korporasi

Abdullah Keliobas, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM).
PAMANAWANews, AMBON ----- Aksi pembalakan kayu secara liar (illegal logging) di hutan milik empat desa pada wilayah Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, dinilai oleh DPP IMM sebagai bentuk kejahatan korporasi.
"Indikasi kuat, telah terjadi kongkalikong antara Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Maluku dan PT Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise. Tidak mungkin, PT Nusa Ina leluasa melakukan pembalakan liar, kalau tidak mengantongi izin dari Dishut Maluku," tegas Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Abdullah Keliobas, kepada pamanawanews.com, Selasa, (21/11/2017), menyikapi kasus pembalakan liar di hutan adat Kecamatan Werinama yang dilakoni PT Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise.

Alasan kuat sebagai desakan memproses hukum pihak PT Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise, menurut Abdullah Keliobas, karena izin perkebunan kelapa sawit yang diterbitkan Pemda Kabupaten SBT sejak tahun 2014. Namun, sampai sekarang belum ada pengembangan perkebunan kelapa sawit, malah sebaliknya pihak perusahaan melakukan eksploitasi hutan secara besar-besaran pada empat desa tersebut hingga di luar area izin.

"Hemat kami, pasti ada yang membackup atau menopang aksi pembalakan kayu oleh PT. Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise di hutan adat Desa Osong, Batuasa, Gusalau dan Tobo. Untuk itu, pihak perusahaan dan oknum Dishut Provinsi Maluku harus diproses sesuai hukum yang berlaku," tekannya.

Abdullah menegaskan, perbuatan PT Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise yang melakukan pembalakan kayu sudah merusak hutan dan lingkungan sekitarnya, bahkan dampaknya kedepan akan menyengsarakan masyarakat di empat Desa pada wilayah Kecamatan Werinama itu.

"Jika sejak tahun 2014 setelah perusahaan menerima izin yaitu SK untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit, maka dampak positifnya masyarakat setempat bisa diberdayakan atau dipekerjakan. Tapi sekarang apa yang terjadi, pembalakan kayu besar-besaran dilakukan oleh PT Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise, sejak tahun 2016-2017 ini masih berlangsung. Dampak buruk kedepan, bencana alam bakal melanda masyarakat di Kecamatan Werianama," cetusnya.

Ia meminta, Komisi B DPRD Kabupaten SBT yang telah menemukan fakta kejahatan kehutanan yang dilakukan PT Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise, agar ditindaklanjuti dengan cara melaporkan perusahaan tersebut kepada aparat penegak hukum.

"Bos atau pemilik PT Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise dan anak buahnya yang terlibat dalam masalah ini, patut diproses sesuai hukum yang berlaku, termasuk pihak Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, yang memberikan izin sehingga perusahaan seenaknya mengeksploitasi hak ulayat masyarakat di empat desa pada Kecamatan Werinama," tegas Abdullah Keliobas mengecam aksi kejahatan PT Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise.

Menurutnya, tindakan pembalakan kayu secara liar oleh PT Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise, adalah bentuk kejahatan berjamaah, yang diprakarsai oleh perusahaan dengan oknum Dishut Provinsi Maluku.

Pastinya, sambung Abdullah, hal tersebut selain menyengsarakan masyarakat Desa Osong, Batuasa, Gusalau dan Tobo selaku pemilik ulayat, disamping itu turut merugikan Kabupaten SBT dan Negara.

Abdullah menyatakan, secara kelembagaan DPP IMM akan menindaklanjuti kasus ini, di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, di Jakarta.

"DPP IMM mengutuk keras tindakan PT Nusa Ina Agro Tanah Merah Manise dan siapapun yang melindungi dan terlibat dalam masalah ini. Dalam waktu dekat, kami akan melaporkan kasus ini di KLH RI, seterusnya akan kami kawal proses hukum di Kepolisian maupun Kejaksaan," tandasnya. (PN-13)

Berita terkait

Berita Populer