iklan-banner-01
iklan-banner-02

Ditlantas Polda Maluku Gelar Roadshow

Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Maluku, Kompol Rosita Umasugi. (PamanawaNews.com)
PAMANAWAnews, AMBON- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Maluku, menggelar kegiatan roadshow Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) kepada TNI/Polri dan masyarakat.

Markas Lantamal IX/Ambon, Batalyon 733 Raider/Masariku, maupun SMA, SMP dan SD yang berada di Negeri Tulehu Kabupaten Maluku Tengah, serta Negeri Latuhalat Kota Ambon, didatangi Polisi Lalu Lintas (Polantas) tersebut. Kegiatan serupa berlangsung hari ini di internal Polri, yakni Brimob dan Sabhara Polda Maluku.

Roadshow Kamseltibcar Lantas itu merupakan bagian dari operasi Simpatik Siwalima 2, dalam menghadapi Operasi Lilin Siwalima (Natal dan Tahun Baru), mendatang.

“Kegiatan roadshow rencananya akan dilakukan sebanyak lima kali dalam Operasi Simpatik Siwalima 2. Yang sudah dilaksanakan empat kali. Hari ini di internal yakni Brimob dan Sabhara Polda Maluku,” kata Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Maluku, Kompol Rosita Umasugi, Rabu (28/11/2018).

Sasaran pelaksanaan kegiatan tersebut, terdiri dari pengenalan Dikmas Lantas yaitu rambu-rambu lalu lintas di jalan, cara berkeselamatan lalu lintas, dan memberikan sosialisasi terkait tujuh jenis pelanggaran prioritas yang ditindak.

Tujuh jenis pelanggaran prioritas yang harus diketahui masyarakat yaitu Melawan Arus. Pelanggaran ini sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. “Lawan arus. Ini fatalitas kecelakaan. Sering terjadi di Kota Ambon. Masyarakat masih kurang sadar mengenai pelanggaran melawan arus tersebut,” kata Rosita di ruang kerjanya.

Pelanggaran lainnya yakni pengemudi dibawah umur, atau anak sekolah yang belum cukup usia tapi sudah membawa kendaraan bermotor. “Ke tiga itu mengemudi dengan menggunakan HP. Ini kan mengganggu konsentrasi mengemudi, dan ke empat mengemudi dibawah pengaruh minuman keras. Seperti kita tahulah, di Ambon ini masih ada kebiasaan minum sopi (minuman keras tradisional) dan sebagainya,” jelasnya.

Selanjutnya mengenai mobil angkutan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. “Seperti mobil bak terbuka, itu berbahaya karena itu khusus mengangkut barang,” sebutnya.

Selain itu juga penggunaan safetibell atau sabuk pengaman untuk kendaraan roda empat. Penggunaan sabuk pengaman, kata dia bukan untuk kepentingan polisi, tapi semata-mata bagi keselamatan pengemudi itu sendiri. “Kalau di Ambon ini kita lihat memang jarang, tapi kalau di Jakarta sana, asal orang naik mobil langsung klik sabuk pengamanan,” ujarnya.

Pelanggaran prioritas terakhir, adalah mengemudi melewati batas kecepatan, alias kebut-kebutan di jalan raya. Menurutnya, batas kecepatan maksimum di Kota Ambon mencapai 40 km per jam.  “Namun terkadang orang mengemudi melewati batas kecepatan itu,” terangnya.

Selain penindakan, perwira menengah Polwan berpangkat satu melati di pundaknya ini mengaku dalam roadshow, pihaknya juga melakukan sosialisasi pengenalan rambu-rambu lalu lintas, dan marka jalan. “Karena kita tahu banyak sekali masyarakat yang belum tahu apa itu marka jalan, penggunaan rambu lalu lintas ini gunanya apa dan sebagainya,” katanya.

Bukan saja itu, kegiatan tersebut pun sekaligus memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Diantaranya pelayanan SIM keliling, pembayaran pajak dan pengesahan STNK. Sehingga masyarakat tidak lagi membuang langkah ke kantor Polisi ataupun Samsat.

“Ada mobil online keliling. Layani perpanjangan SIM A (untuk mobil penumpang) dan SIM C (sepeda motor). Kita juga kerjasama dengan Dispenda untuk memberikan pelayanan menggunakan mobil Samsat keliling. Disitu kita memberikan pelayanan membayar pajak kendaraan bermotor yang sudah mati dan pengesahan STNK,” jelasnya.

Kegiatan safety riding, juga dilakukan untuk memperkenalkan cara berkendara yang baik dan benar. “Artinya selama ini orang cuma tahu naik motor, gas, rem, sampai di tujuan. Tapi bagaimana kita harus memeriksa bannya dulu, situasi sekelilingnya, keamanannya dan lainnya,” kata Rosita.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut di masing-masing tempat pelaksanaan berjumlah 150 orang. “Kegiatan ini telah berlangsung dari tanggal 22, 24, 26, 27 November 2018. Dilanjutkan hari ini.

Kegiatan roadshow diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Kamseltibcar Lantas. Bisa mengurangi pelanggaran lalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait peraturan lalu lintas, mengerti lalu lintas dan bisa menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain di jalan raya.

“Karena pelanggaran lalu lintas merupakan awal dari kecelakaan lalu lintas. Olehnya itu kami menghimbau masyarakat, apalagi akan memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, mari sama-sama menjaga keselamatan, sehingga pelaksanaan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” pungkasnya. (PN9)

Berita terkait