iklan-banner-01
iklan-banner-02

Diduga Steyer Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Karna Lalai

Ilustrasi salah satu warga terkena sengatan listrik tegangan 20 KV di Kota Ambon pada Senin malam (15/4/2019)
PAMANAWANews, AMBON-Steyer Colin, korban sengatan listrik yang jatuh dari lantai IV Guest House Hilyah, Desa Batumerah dan mengalami luka bakar serta patah kaki pada Senin malam kemarin sekitar pukul 22. 30 WIT, hinggah saat ini masih mendapatkan perawatan medis. Sebelum dirujuk ke RSUD Haulussy, Steyer sempat mendapatkan perawatan medis di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bhayangkari, Polda Maluku.

Tidak saja Steyer, insiden naas itu juga dialami Ali Tamher,  namun Ali hanya mengalami luka sengatan pada jari tangannya.

Berdasarkan pengakuan Manager Guest House Hilyah, Hamid Assagaf yang ditemui langsung Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ramli Malawat beserta sejumlah wartawan mengatakan, ada dugaan insiden itu terjadi akibat Steyer dengan  sengaja memegang kabel jaringan tegangan tinggi 20 Kilo Volt (KV) yang berjarak kurang lebih satu meter dari dinding bangunan."Ini berdasarkan pengakuan temannya bahwa saat itu dia (Steyer) sengaja mengulurkan tanganya untuk memegang kabel jaringan listrik.Dari situ dia langsung tersengat dan terjatuh hingga ke Aspal."ungkap Hamid, Selasa (16/4/2019)

Hamid menegaskan, Steyer maupun Ali bukan tamu yang menginap di Guest House. Keduanya datang bersama teman lainnya untuk menemui rekan mereka yang menginap di kamar 05 lantai 3."Di lantai IV itu tempat jemuruan bukan tempat bersantai.Tapi entah kenapa mereka bisa naik keatas."tegas Hamid.

Manager Komunikasi PLN UIW MMU Ramli Malawat menyampaikan penyesalannya atas musibah yang terjadi. Sehingga dengan kejadian tersebut mengakibatkan sistem PLN terganggu (Padam).

Dikatakan, PLN akan membuat kronologis Padam lampu yang disebabkan karena unsur kesegajaan, dan mengajurkan kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap bangunan yg berdekatan dengan Jaringan tegangan 20.000 volt (20 kv), hal ini disampaikan karena masih ada kegiatan  bangunan yang mendekati jaringan PLN "jelas Ramli

Lebih, jauh ungkap Ramli, sebelum gedung itu dibangun hingga tingginya sejajar dengan kabel tegangan tinggi pihaknya sudah mengingatkan pengelola. Namun peringatan itu tidak diindahkan."PLN pernah menyurati pihak pengelola agar dalam pembangunannya memperhatikan jarak dari kabel  listrik tegangan tinggi. Hal ini penting untuk menghindari kejadian-kejadian yang tak diinginkan  

Pantauan PamanawaNews.com,  hingga kini gari polisi (Polis Line) masih terpasang baik pada kamar 05 maupun tangga dan pintu masuk ke lantai IV.

Diketahui, kejadian yang merenggut dua warga pada Senin malam itu hingga kini masih ditangani pihak kepolisian.(PN-10)

 

 

 

 

Berita terkait