iklan-banner-01
iklan-banner-02

Demi Kemanusian Blokade Jalan Lintas Seram Dibuka Warga Hualoy

Proses pembukaan blokade jalan oleh warga Hualoy.
PAMANAWANews, AMBON- Jalan Lintas Seram yang ditutup di Desa Hualoy dan Tomalehu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, akhirnya dibuka warga setempat, Jumat malam (10/5/2019) sekira pukul 20.00 WIT.

Pembukaan jalan dilakukan atas kesadaran masyarakat dan tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun. Semuanya dilakukan untuk kemanusiaan. Masyarakat Hualoy dan Tomalehu juga memohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan.

Jalan lintas Seram ditutup sebagai bentuk protes terhadap aparat kepolisian. Sebab, hingga kini polisi belum berhasil menangkap para pelaku penganiayaan  yang menyebabkan Syamsul Lussy, warga Hualoy meninggal dunia di hutan Desa Latu, Minggu, 5 Mei 2019.

"Pembukaan Blokade jalan dilakukan atas pertimbangan kemanusiaan bagi pengguna jalan. Tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun. Ini dilakukan atas kesadaran masyarakt Hualoy dan Tomalehu," kata Ketua BPD Hualoy Hi. Abdul Syukur Hehanussa dalam press rilis yang diterima PamanawaNews.com.

Pembukaan blokade jalan dilakukan oleh Ketua BPD Hualoy Hi. Abdul Syukur Hehanussa mewakili Penjabat Raja Hualoy dan masyarakat serta Penjabat Raja Tomalehu dan Ketua BPD Tomalehu mewakili masyarakatnya.

Meski telah dibuka, namun warga Hualoy dan Tomalehu, tetap memberikan deadline waktu kepada polisi untuk segera menangkap para pelaku penganiayaan yang identitas mereka sudah dikantongi.

"Masyarakat Hualoy dan Tomalehu memberikan dealine waktu kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku dalam kurun waktu 1 minggu. Jika tidak maka masyarakat Hualoy dan Tomalehu akan melakukan langkah hukum sesuai hukum adat yang berlaku," tegasnya.

Jalan lintas Seram dibuka atas kesadaran warga dan  menghormati prinsip kemanusiaan bagi pengguna jalan, terutama di bulan Ramadan. Ketidaknyamanan pengguna jalan, diakui tidak sebanding dengan duka yang masih menyelimuti masyarakat, dan pihak keluarga korban. Penutupan jalan dilakukan hanya semata-mata adalah untuk menuntut rasa keadilan.

"Kami mahon maaf kepada warga pengguna jalan atas ketidaknyamanan basudara yang melintas selama ini. Harap kiranya dimaklumi," kata Randi Tubaka, tokoh pemuda Hualoy.

Meski ditutup dalam beberapa hari tersebut, namun kata Randi, pihaknya tetap melayani basudara terutama umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Dimana, masyarakat berbondong-bondong membawakan makanan berbuka puasa kepada pengguna jalan yang berpuasa secara sukarela.

"Informasi pemalakan liar yang di hembuskan oleh oknum tak bertanggung jawab juga tidak benar, dan hal itu telah diklarifiaksi oleh pihak kepolisian setempat," pungkasnya. (PN9)

Berita terkait

Berita Populer