iklan-banner-01
iklan-banner-02

Bom Gereja Surabaya, Dirjen Bimmas Katolik: Doakan dan Ampuni Pelaku

PAMANAWANews, JAKARTA- Ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi. Akibatnya ledakan tersebut, 13 orang tewas, dan puluhan orang luka-luka. Pelaku diduga satu keluarga, yakni pasangan suami-istri dan empat anak.
Istimewa

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimmas) Katolik, Kementerian Agama Republik Indonesia, Eusabius Binsasi, menyesalkan kejadian ini, Ia menyatakan berduka sedalam-dalamnya kepada para korban luka dan meninggal dunia.

"Semoga korban meninggal diampuni dosa-dosanya dan mendapat keselamatan kekal atas jiwanya dan kepada korban yang terluka semoga segera pulih. Kepada keluarga korban, semoga tabah dan tetap teguh dalam iman," sebut Eusabius dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (13/5/2018).
 
Untuk itu, Dirinya mengimbau seluruh umat Katolik untuk tetap tenang dan menahan diri agar tidak terprovokasi. Ia pun meminta umat tidak takut,  juga terus meningkatkan kewaspadaan dan terus menghadapi ancaman terorisme.
 
"Membantu kerja aparat keamanan dengan melaporkan hal-hal yang mencurigakan di sekelilingnya," katanya.
 
Selain itu, menurutnya, umat Katolik diharapkan tetap menjaga persatuan, merawat kebhinnekaan dan teguh mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Umat diimbau senantiasa menjadi duta perdamaian di tengah-tengah masyarakat, mendoakan keamanan bangsa dan mendoakan para korban.
 
"Juga mendoakan dan mengampuni pelaku sebagaimana ajaran kasih yang diajarkan Yesus Kristus," beber Eusabius.
 
Pihaknya dalam hal ini berharap Insiden ini tak terulang kembali. Karenanya aparat keamanan diharapkan bisa bekerja keras dan cepat mengungkap peristiwa, serta menjamin keamanan masyarakat Indonesia dalam melakukan berbagai aktivitas. (PN-01/adp)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02