iklan-banner-01
iklan-banner-02

Anak Bhabinkamtibmas Kudamati Lolos Taruna Akpol

Grizli Litay, Warga Kota Ambon yang dinyatakan lolos Taruna Akpol 2018.
PAMANAWANews, AMBON- Noly Litay, anggota Polri yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Kudamati, Kota Ambon, Provinsi Maluku, tidak menyangka, jika putranya Grizli Litay, dinyatakan lolos Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2018. Sebab, dibenaknya, Taruna Akpol hanyalah milik anak pejabat atau yang banyak duitnya saja.

Sejak awal Noly sudah pesimis dan pasrah dengan tekad anaknya itu untuk kembali mengikuti tes seleksi Taruna Akpol kedua kalinya melalui Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku. Sebab, Grizli pernah gagal pada tahun 2017 lalu.

Kegagalan Grizli di tahun lalu sempat membuat Noly percaya dengan stigma bahwa proses taruna Akpol membutuhkan uang yang banyak. Sementara gajinya sebagai anggota Polri berpangkat AIPTU, hanyalah pas-pasan.

Gagal di tahun lalu, Noly meminta Grizli anaknya itu untuk menguburkan cita-citanya menjadi anggota Polri. Ia menyuruh Grizli untuk kuliah saja. Sebab, keinginannya untuk menjadi anggota Polri melalui Taruna Akpol tidak akan mungkin berhasil.

Meski belum ada kata menyerah mewujudkan cita citanya, Grizli yang patuh kepada orang tua, mengikuti semua perintah ayahnya. Ia kemudian mengikuti tes di Universitas Gajah Mada (UGM) dan dinyatakan lulus. Kendati demikian, cita-citanya untuk menjadi anggota Polri tak pernah pudar. 

Meski menyadari ayahnya berpenghasilan pas pasan, Grizli tak patah arang. Mahasiswa Program studi Bahasa Inggris ini yakin dan percaya jika semangat dan usahanya untuk mencapai cita cita, mampu bersaing dengan ratusan anak lainnya yang berasal dari keluarga pejabat TNI Polri dan PNS yang sama sama mengadu nasib dalam seleksi Taruna Akpol 2018.

Di sela perkuliahan, Grizli diam-diam melatih fisik dan kursus untuk persiapan tes Polri lagi. Tanpa sepengetahuan orang tua, pada Bulan Maret 2018, Grizly kembali ke Ambon. Kepada orang tua Grizli mengaku sedang cuti kuliah di kampusnya. Ia juga mengaku kepada Noly ayahnya bahwa dirinya akan mengikuti seleksi taruna Akpol lagi.

Mendengar pengakuan Grizli, Noly kemudian kecewa dengan langkah yang diambil putranya itu. Ia kecewa bukan tak ingin anaknya jadi anggota Polisi, tapi secara realistis, Ia yakin usahanya anaknya akan sia sia.

“Bukan karena saya tidak mau anak saya jadi anggota Polri, tapi saya berpikir realistis, apakah Grizly mampu bersaing dengan anak anak lain, namun karena Grizly tetap ngotot ya Saya harus merelakan dan mendorong dan memberikan motivasi serta siang  malam selalu berdoa kepada Tuhan,” ujarnya.

Noly mengiayakan tekad anaknya. Ia tak ingin Grizli kecewa. Tapi dorongan dan semangat terus diberikan. “Saya biarkan dia usaha sendiri. Sementara saya tak lupa menjalankan amanah profesi saya sebagai Bhabinkamtibmas dengan rela dan ikhlas sambil berharap berkah dari Tuhan,” kata Noly. 

Tahap demi tahap, hasil tes yang ditorehkan Grizli terus mengantarnya ke fase selanjutnya. Grizli kemudian mengikuti seleksi akhir di Semarang.

27 Juli 2018, panitia pusat seleksi Taruna Akpol tahun 2018 di gedung Cendikia Kompleks Akpol Semarang mengumumkan hasil akhir Seleksi yang menggunakan sistim gugur. Kala itu tersisa sebanyak 360 orang calon Taruna yang sampai ke tahap akhir. Namun karena kuota penerimaan hanya 250 orang maka sebanyak 110 orang harus digugurkan atas dasar perankingan nilai. 

Grizli Litay Casis dengan nomor seleksi 1901 dari Panda Maluku, berada dalam 250 daftar nama yang dinyatakan lulus terpilih.

Sesaat setelah pengumuman, TB News menghubungi Aiptu Nolly Litay ayah dari Grizly Litay lewat telpon seluler. Mendengar pemberitahuan itu, Noly tak mampu menahan air mata bahagia. “Saya menjawab TB News dan menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Kapolri Tito Karnavian, AS. SDM Kapolri Irjen Pol Arif, Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Karo SDM Polda Maluku KBP Harvin Raslin dan segenap panitia lainnya yang telah melaksanakan seleksi ini dengan jujur dan adil,” tambah Noly.

Bagi Noly, ternyata stigma tersebut tidaklah benar. Ia percaya bawa sebagaimana yang dijanjikan seleksi penerimaan calon anggota Polri baik Akpol, Sarjana, Bintara dan lainnya akan diselenggarakan dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH).

“Jujur saja kalau Panitia tidak bekerja dengan prinsip BETAH maka tidak mungkin anak saya (Grizly) lulus, karena "beta Polisi Pangkat kecil deng seng pu apa apa. Puji Syukur kepada Tuhan bahwa Grizly diterima menjadi Taruna Akpol, ini berkah yang luar biasa," kata Noly terharu.

Noly meminta anak anak Maluku yang ingin menjadi anggota Polri, agar dapat mengikuti seleksi. Sebab, menjadi anggota Polri tidak butuh uang atau koneksi atau kenalan dengan pejabat Polri.

“Ini persepsi yang salah dan tidak benar hal ini terlihat dari perjuangan Grizly, kalau mau bilang kenal Pejabat, sementara anak anak pejabat juga banyak yang ikut dan tentunya pasti mereka memiliki koneksi yang banyak dan lebih tinggi, kalau mau bilang pakai duit, silahkan lihat kehidupan keseharian saya yang hanya untuk makan minum pas pasan,” tepis Noly.

Menurutnya, Kapolda Maluku dan jajarannya sudah berjanji untuk melaksanakan seleksi secara transparan dan adil.

“Itu tidak sekedar janji tapi bukti nyata. Oleh karenanya saya berharap masyarakat Maluku agar hilangkan perasaan yang selalu menghantui dan tidak benar tersebut,” tandasnya. (PN-09)

Berita terkait