iklan-banner-01
iklan-banner-02

2.453 Kasus Kejahatan Terjadi di Maluku

Kapolda Maluku Irjen Pol Deden Juhara saat menyampaikan hasil kejahatan yang ditangani sejak tahun 2017 di Lapangan Letkol CHR Tahapary, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (29/12/2017) / pamanawanews.com
PAMANAWANews, AMBON- Sebanyak 2.453 kasus kejahatan terjadi di Provinsi Maluku, tahun 2017. Beragam kejahatan yang dilakukan para penjahat di tahun ini terjadi penurunan, bila dibanding tahun 2016 dengan jumlah 2.707 kasus.

Demikian disampaikan Kepala Polda Maluku Irjen Pol Deden Juhara dalam kegiatan refleksi akhir tahun 2017, menyongsong tahun 2018, yang berlangsung di lapangan Polda Maluku, Letkol CHR. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (29/12/2017).

Menurutnya, kasus kejahatan yang ditangani Polda Maluku tahun 2017 terjadi penurunan sebanyak 10 persen atau sekitar 254 kasus. Dari 2.453 kasus yang ditangani, sebanyak 1.075 kasus kejahatan berhasil diselesaikan.

“Untuk penyelesaian kasus, terjadi peningkatan bila dibanding tahun 2016 sebesar 1.003 kasus kejahatan,” jelas Kapolda usai menggelar olahraga bersama awak media.

Ia mengungkapkan, untuk kejahatan konvensional (pencurian, penganiayaan, perjudian, dan lainnya) sebanyak 2.359 kasus. Tahun ini mengalami penurunan sebesar 8 persen dibanding 2016.

Sedangkan untuk kejahatan transnasional (pencucian uang, penyelundupan manusia, kejahatan siber dan perdagangan manusia, obat-obatan, senjata, hewan terancam punah, organ tubuh, atau material nuklir) mencapai 84 kasus.

“Dibanding 2016, tahun ini mengalami penurunan sebesar 76 persen. Tahun lalu sebanyak 148 kasus,” katanya.

Sementara untuk kejahatan yang merugikan kekayaan negara seperti Korupsi dan lain sebagainya, mengalami penurunan. Tahun lalu sebanyak 20 kasus. Tahun ini sebesar 16 kasus atau menurun 25 persen.

“Sedangkan untuk kasus kejahatan yang berimplikasi kontijensi (terorisme, konflik intoleransi) hanya terdapat 1 kasus. Tahun 2016 sebanyak 3 kasus,” ungkap Deden.

Selain itu, pihaknya juga berhasil mengungkap sejumlah kasus diantaranya peredaran gelap batu cinnabar dan mercury, serta Narkotika dan Obat Berbahaya (Narkoba).

Kasus Narkoba berhasil diungkap sebanyak 104 kasus, dengan jumlah tersangka mencapai 116 orang. Dari ratusan kasus yang berhasil diungkap, sebanyak 143 gram barang bukti berhasil disita.

"Ditnarkoba Polda Maluku mengungkap 37 kasus dengan 44 tersangka. Barang bukti 26 gram Ganja dan 25 gram Shabu. Untuk Polres jajaran yang paling banyak adalah Sat Narkoba Polres Ambon, mengungkap 35 kasus dengan 38 orang tersangka. Barang bukti 18 gram Ganja, 23 gram Shabu dan 1.100 butir obat Somadril," ujarnya.

Untuk kasus Korupsi, sambung perwira Bintang Dua ini, sebanyak 16 kasus berhasil diungkap sepanjang tahun 2017 yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Maluku beserta jajaran. Dari belasan kasus ini, kerugian Negara mencapai Rp 1.300.000.000.

"Kalau Ditreskrimsus tangani 7 kasus, Polres Buru 2 kasus, Seram Bagian Timur, 2 kasus, Kepulauan Aru 1 kasus, Maluku Barat Daya 4 kasus, Polres Ambon, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat dan Maluku Tengah, nihil," ujarnya.

Sementara sejumlah kasus yang ditangani Propam Polda Maluku tahun 2017 juga mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun 2017 terdapat 55 kasus atau pelanggaran yang dilakukan oknum polisi. Untuk kode etik sebanyak 43 kasus. Kalau tahun 2016 sebanyak 59 kasus dan kode etik mencapai 69 kasus. Jadi ada penurunan," terangnya.

Ia menambahkan, untuk kasus kecelakaan lalu lintas, juga mengalami penurunan dibanding tahun 2016 lalu. Jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2017 mencapai 457 kejadian. Dari ratusan kecelakaan itu, menimbulkan korban meninggal dunia sebanyak 153 orang, luka berat 250 orang, luka ringan 441 orang serta kerugian material yang dialami mencapai Rp 2.109.050.000.

Selain kecelakaan lalu lintas, jumlah pelanggaran yang ditemukan polisi lalu lintas dilakukan sebanyak 31.441 kali. Sebanyak 18.158 kali pengguna jalan dikenai sanksi tilang dan non tilang terdapat 13.283 pelanggaran.

"Kalau tahun 2016 kemarin, kecelakaan mencapai 746 kasus. Korban meninggal 168 orang, luka berat 460 orang, luka ringan 726 orang dan kerugian material yang dialami sebesar Rp 2.842.130.000," jelasnya.

Perwira Bintang Dua ini berharap agar situasi yang kondusif, aman, damai dan tentram, menjadi cita cita bersama. Kedamaian dapat diraih jika masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (kamtibmas), saling menghormati satu sama lain, mematuhi hukum serta membangun sinergitas dengan polri.

"Masyarakat ikut berperan aktif dalam memerangi tindak pidana terorisme dengan cara mengoptimalkan peran pranata sosial baik RT maupun RW, peduli lingkungan sekitarnya, mau melaporkan kepada polri bila ada orang yang dicurigai," pintanya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak berfikir fanatisme sempit bila menghadapi sebuah persoalan hukum. Masyarakat juga diharapkan tidak menghalangi proses hukum yang dilakukan penyidik polri. Masyarakat diminta untuk mempercayakan aparat penegak hukum yang akan menangani persoalan itu dengan profesional dan transparan.

"Menyambut tahun 2018, mari kita jadikan tahun kemitraan masyarakat dengan polri dalam rangka mewujudkan kamtibmas yang kondusif, kondisi yang damai, masyarakat terbebas dari kekhawatiran dan ketakutan," pungkasnya. (PN-07)

Berita terkait