iklan-banner-01
iklan-banner-02

199 Caba Polri Lulus Melalui Panda Polda Maluku

Sidang terbuka kelulusan akhir penerimaan Bintara Polri 2018 Panda Polda Maluku yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Kota Ambon.
PAMANAWAnews, AMBON- Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengumumkan hasil seleksi Calon Bintara (Caba) Polri tahun anggaran 2018. Sebanyak 199 Caba Polri dinyatakan lulus. 8 diantaranya Bintara Polwan.

Pengumunan hasil kelulusan penerimaan Caba Polri yang mengikuti seleksi melalui Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku itu diumumkan di Gedung Islamic Center, Waihaong, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (3/8/2018).

Pengumuman hasil kelulusan melalui sidang terbuka penetapan penerimaan Caba Polri itu dipimpin Wakapolda Maluku Brigjen Polisi DR. Akhmad Wiyagus.

Ketua Panda Maluku yang merupakan Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Maluku KBP Harvin Raslin melaporkan bahwa Seleksi Penerimaan Bintara Polri tahun 2018 dibuka sejak Bulan Maret 2018. Sebanyak 1.462 peserta mendaftar untuk mengikuti seleksi.

Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, maka tersisa 214 orang Caba yang ikut dalam sidang penetapan kelulusan hari ini. Karena terbatas kuota penerimaan, maka sebanyak 15 Caba akan dinyatakan tidak lulus.

Dikatakan seleksi berlangsung sesuai prinsip yang dicanangkan Kapolri yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH). "Selama seleksi berlangsung, Kinerja Panitia diawasi secara ketat oleh pengawas Internal, yaitu dari Propam dan Itwasda Polda Maluku, selain itu juga di awasi oleh pengawas Eksternal yaitu dari Diknas, Dukcapil, Koni, Wartawan dan LSM serta di lakukan supervisi dari Mabes Polri," kata Raslin dalam laporannya.

Menurutnya, setiap tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan. Dimana peserta seleksi langsung menandatangani nilai yang diperoleh saat itu juga. Sehingga tidak mungkin ada celah sedikitpun untuk terjadinya kolusi dalam seleksi tersebut. "Dan oleh karena kuota untuk mengikuti pendidikan (kuota didik) terbatas, maka pada sidang hari ini harus digugurkan beberapa peserta untuk selanjutnya yang dinyatakan lolos langsung mengikuti pendidikan Bintara di SPN Paso Ambon. Bagi Polwan yang dinyatakan lulus seleksi akan mengikuti pendidikan di Sepolwan Ciputat Jakarta," tandasnya.

Wakapolda Maluku dalam sambutannya menyampaikan bahwa arah dan kebijakan Pimpinan Polri sudah jelas. Untuk menjadi seorang anggota Polri harus melalui seleksi yang terbuka dan transparan serta tidak pakai duit. "Oleh karenanya bagi panitia ataupun peserta yang dengan sengaja mau melakukan kolusi dalam seleksi ini, pasti diproses hukum secara tegas," tegas Wakapolda.

Sebelum menjabat Wakapolda Maluku, tambah Wiyagus, dirinya menjabat Direktur Tipikor Bareskrim Mabes Polri. Dibawah kepemimpinannya, Ia tidak segan segan menindak tegas para pelaku korupsi, dan menerima sogokan saat seleksi anggota Polri berlangsung. "Untuk itu di Maluku ini jangan coba main main, pasti akan diproses," tegasnya lagi.

Jenderal Bintang 1 ini menyatakan dengan adanya keterbatasan kuota Didik, maka pasti ada diantara peserta yang tidak lolos. Meski begitu, Ia meminta peserta untuk tidak patah semangat dan berkecil hati. Sebab masih ada kesempatan di tahun berikutnya.

"Bagi peserta yang tidak lolos agar jangan berkecil hati. Pengalaman mengikuti seleksi ini dijadikan pelajaran untuk memperbaiki diri menghadapi seleksi tahun berikutnya," pintanya. (PN-09)

Berita terkait