iklan-banner-01
iklan-banner-02

14 Hari Jaringan Telkom dan Telkomsel Normal Total di Maluku

GM Wilayah Telkom Maluku Haris Setiyawan saat akan memberikan penjelasan kebakaran dan penanganannya kepada wartawan.
PAMANAWANews, AMBON- Kebakaran yang menghanguskan ruangan Sentral Telepon Otomat (STO) di lantai 1 gedung Telkom Pattimura Ambon, Kota Ambon, Selasa (5/2/2019), sekira pukul 10.00 WIT lalu, menyebabkan jaringan Telkom dan Telkomsel di Maluku terputus.

Kedua jaringan telekomunikasi itu saat ini sedang dipulihkan dan akan kembali normal seperti sedia kala dalam waktu 14 hari (2 minggu) kedepan terhitung hari ini.

"Begini ya kalau sekedar bisa hidup, misalnya telepon masih kresek-kresek kita akan hidupkan. Untuk hidup saja dalam waktu satu dua hari ini bisa kita sediakan. Tapi akan normal seperti biasa bisa sampai 2 minggu," kata Haris Setiyawan, GM Wilayah Telkom Maluku kepada wartawan, Rabu (6/2/2019).

Penyebab kebakaran belum diketahui. Pihak Telkom masih menunggu hasil audit Puslabfor Polri. Sambil menunggu penyelidikan, Telkom rencananya akan merelokasi gedung. Ini dilakukan agar untuk tidak menghambat proses pemeriksaan dan pelayanan pelanggan tetap berjalan seperti biasa.

"Karena kami tidak tahu Puslabfor berkerja selama satu hari atau dua bulan," katanya.

Terkait kerugian yang dialami akibat kebakaran, Haris mengaku belum mengetahuinya. Namun dirinya meminta masyarakat untuk tetap bersabar. Pihaknya, lanjut Dia, kini sedang merecovery sistem dengan melibatkan kurang lebih 20 tim teknis dari Jakarta dan Makassar.

"Kami minta maaf. Masyarakat harap tenang dan tidak tergoda dengan isu-isu menyesatkan. Kalau butuh klarifikasi Telkom dan Telkomsel kami siap melayani di kantor yang ada di Talake (Grapari). Disitu kami akan memberikan informasi yang sejelas jelasnya kepada pelanggan," kata dia.

Kebakaran kemarin, tambah Haris telah menghanguskan dua sub sistem Telkom. Pertama berbasis layanan Telkomsel dan Telkom itu sendiri seperti indihome, data dan internet serta layanan-layanan wifi. (PN9)

Berita terkait