iklan-banner-01
iklan-banner-02

102 Ekor Nuri Maluku Selundupan Diamankan Polisi

Dirpolairud Polda Maluku Kombes Pol. Amier Supeno.
PAMANAWANews, AMBON- Direktorat Polairud Polda Maluku mengamankan sebanyak 102 ekor Burung Nuri yang diduga akan diselundupkan keluar Maluku melalui jalur laut. Ratusan ekor Burung jenis Easebornea ini berasal dari Pulau Buru.
Nuri asli Provinsi Maluku itu diamankan diatas Kapal Motor Intim Teratai yang berlabuh di dermaga Pelabuhan Slamet Riyadi Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Ratusan burung yang dilindungi Negara ini diamankan bersama pemiliknya Usman Mukadar (53), warga Dusun Mena Kecamatan Namlea Kabupaten Buru.

Pria 53 tahun itu diamankan karena dianggap melanggar Undang Undang RI tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sebab, Ia tidak memiliki surat ijin atau dokumen kepemilikan dari instansi terkait.

“Jadi ratusan burung ini ditemukan pada tanggal 13 November 2017. Pemiliknya juga sudah kami amankan,” kata Kabid Humas Polda Maluku AKBP. Abner Richard Tatuh, Sabtu (18/11/2017).

Tatuh mengatakan, ratusan ekor Nuri berwarna merah yang akan diselundupkan itu diketahui pertama kali oleh Brigpol. Mohamad Nurdin. Ia saat itu mendengar bunyi kicauan burung.

"Saat itu Brigpol. Mohamad Nurdin tidak sengaja berjalan disamping KM Intim Teratai," ujar Tatuh.

Mendengar kicauan Burung, Brigpol Mohamad lalu bersama Bharatu Fandi Siompu naik keatas kapal, "Mereka naik dan menemukan 102 ekor nuri yang berada didalam kandang yang terbuat dari kayu,” terangnya.

Usut punya usut, Brigpol Mohamad bertemu pemiliknya Usman Mukadar. Saat diperiksa, ternyata Ia tidak memiliki dokumen kepemilikan burung sebagaimana diatur oleh UU.

"Pemilik langsung diamankan. Ia dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf (a) junto Pasal 40 ayat 2 Undang Undang RI nomor 05 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya," ujarnya.

Menurut Tatuh, ratusan ekor Nuri asli Maluku ini hendak diselundupkan ke luar daerah. "Kita belum tau mau dibawa kemana," pungkasnya. (PN-08)

Berita terkait